Mantan Ketua Parlemen Myanmar Resmi Terpilih Jadi Presiden

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Rabu, 28/03/2018 17:06 WIB
Mantan Ketua Parlemen Myanmar Resmi Terpilih Jadi Presiden Mantan Ketua Pyidaungsu Hluttaw atau Parlemen, U Win Myint, terpilih sebagai presiden baru Myanmar menggantikan U Htin Kyaw yang mundur pekan lalu. ( REUTERS/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Ketua Pyidaungsu Hluttaw atau Parlemen Myanmar, U Win Myint, terpilih sebagai presiden, Rabu (28/3), setelah meraih lebih dari dua pertiga dukungan suara legislator. Myint terpilih sebagai presiden menggantikan U Htin Kyaw yang mengundurkan diri pada pekan lalu karena alasan kesehatan.

Win Myint, sekutu dekat pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi, meraih 403 dari total 636 suara parlemen. Meski parlemen belum mengonfirmasi, pelantikan Myint diperkirakan akan berlangsung besok.

Win Myint merupakan anggota senior partai Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD). Terpilihnya Win Myint sebagai presiden dianggap sebagai keberlanjutan dominasi Suu Kyi dan partainya di level eksekutif pemerintahan.


Meski dalam pemerintahan kewenangan tidak terlalu berpengaruh, namun peran presiden dianggap mampu membantu kepemimpinan Suu Kyi.

Sejumlah pengamat berharap pengaturan seperti ini bisa berlanjut di bawah Win Myint.

"Tidak akan ada perubahan kebijakan. Kebijakan akan berlanjut seperti sebelumnya di bawah mantan presiden," kata seorang anggot aperlemen fraksi NLD, Kyaw Tote, seperti dikutip Reuters.

Konstitusi warisan pemerintahan junta militer melarang Suu Kyi menjadi presiden saat perempuan 72 tahun itu memenangkan pemilu 2015 lalu. Karena itu dia memilih orang kepercayaannya dari NLD, Htin Kyaw, untuk menjadi presiden.

Setelah Htin Kyaw mundur, Suu Kyi juga tak tanggung menunjuk orang kepercayaan lainnya untuk mengisi jabatan itu. Analis menganggap kesetian Win Myint membuat Suu Kyi memilihnya.

Pria 66 tahun itu menjadi anggota parlemen sejak 2012 lalu. Win Myint dianggap sebagai pribadi yang dekat dengan orang-orang pemerintahan termasuk militer.

"Dia pandai baik dalam hal legislasi dan administrasi. Saya menilai itu adalah hal yang baik," ucap perwakilan majelis kamar atas parlemen fraksi NLD, Nwe Nwe Aung. (nat)