Kemlu RI Bebaskan Enam ABK WNI dari Benghazi Libya

Ttk, CNN Indonesia | Senin, 02/04/2018 12:57 WIB
Kemlu RI Bebaskan Enam ABK WNI dari Benghazi Libya Kementrian Luar Negeri RI berhasil membebaskan enam warga Indonesia (WNI) anak buah kapal (ABK) Kapal Salvatur yang disandera milisi di Benghazi, Libya.CNN Indonesia/Safir Makki
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementrian Luar Negeri RI berhasil membebaskan enam warga Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) Kapal Salvator dari perairan Benghazi, Libya, Senin (2/4). Keenamnya sempat menjadi sandera nilisi bersenjata yang menguasai Benghazi, sekitar 1.020 kilometer arah Barat,  Ibu Kota Libya, Tripoli.

"Baru saja kita melakukan serah terima ABK yang bekerja pada Kapal Salvator yang berbendera Malta di Perairan Benghazi, 27 mil dari garis pantai Libya," kata Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi kepada wartawan di Jakarta.

Pemerintah Indonesia mendapat kabar tentang keenam ABK WNI tersebut pada 28 September 2017. Sejak itu, pemerintah melakukan berbagai kontak termasuk kepada pemilik kapal, serta keluarga para ABK.



"Pembebasan tidak mudah karena wilayah tersebut merupakan wilayah konflik," kata Menlu RI.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Lalu Muhammad Iqbal Songell menyatakan bahwa sejak mendapat info penyanderaan, pihaknya telah melakukan upaya-upaya. Namun kendala tidak hanya politik tapi juga lantaran Benghazi dikuasai kelompok anti-pemerintah  Libya di Ibu Kota Tripoli.

Keenam ABK WNI tersebut antara lain Haryanto, Saefuddin, M. Abudi, Joko Riyadi, Ronny William dan Waskita Ibi Patria.

(nat)