Operasi blak-blakan yang dilaksanakan di sekitar kota kelahiran Boko Haram menunjukkan kesulitan pemerintah mengakhiri sembilan tahun serangan kelompok yang telah berbaiat kepada ISIS itu.
Pasukan Boko Haram menggunakan bom bunuh diri, mortir dan senjata api menyerang pangkalan militer di wilayah kebun kacang mete dekat pintu masuk menuju kota. Seorang pejabat militer senior di Maiduguri mengatakan serangan itu mengakibatkan pertempuran panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bella Dambatto, kepala pejabat keamanan di Badan Manajemen Darurat Negara, mengatakan kepada AFP bahwa jumlah korban yang semula mencapai 18 orang bertambah menjadi 20 jiwa, setelah dua orang meninggal dunia di rumah sakit karena luka yang diderita.
"Kami tidak yakin apakah 82 korban luka lainnya akan selamat. Beberapa di antaranya dalam keadaan kritis dan membutuhkan operasi besar atas lukanya, yang sebagian besar merupakan luka tembak."
Ledakan Besar, tembakan
Seorang tentara termasuk di antara korban jiwa dalam insiden ini. Sementara itu, pihak militer menyatakan telah menewaskan enam pemberontak dan "menetralisir" tujuh pengebom bunuh diri.
Ba'Kura Abba Ali, pemimpin kelompok bersenjata yang membantu tentara memerangi Boko Haram, mengatakan para pelaku penyerangan mencoba untuk menembus masuk ke dalam kota.
Para pelaku mencoba melewati parit yang digali di pasir sekitar kota untuk menepis serangan bunuh diri dan penembakan Boko Haram, kata Ali.
"Ledakan besar dan suara tembakan terdengar di seluruh kota semalam itu berlanjut hingga lebih dari satu jam," kata seorang warga setempat, Ibrahim Gremah.
Ratusan ribu orang berlindung di Maiduguri, ibu kota Borno, di mana mereka tinggal di kamp pengungsi atau menumpang rumah warga setempat.
(aal)