"Sampai kita memiliki tembok dan keamanan yang memadai, kita harus mengamankan perbatasan kita dengan militer," ujar Trump, sebagaimana dikutip Reuters, Selasa (3/4).
Tak lama setelah Trump berbicara di hadapan wartawan, Gedung Putih langsung merilis pernyataan bahwa salah satu strategi pemerintah untuk mengamankan perbatasan dengan Meksiko adalah dengan mengerahkan tentara nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden AS sebelumnya, seperti George W. Bush dan Barack Obama, memang pernah mengerahkan militer ke perbatasan, tapi hanya untuk menghimpun data intelijen, tak berkaitan dengan penegakan hukum.
"Rincian rencana sangat penting dalam hal ini. Pertanyaan sesungguhnya adalah jika presiden serius mengenai ini, argumen hukum apa yang akan dikeluarkan oleh Gedung Putih dan Pentagon untuk melegitimasi pengerahan ini," ucap Vladeck.
Beberapa anggota Kongres pun ragu rencana ini akan disetujui dengan suara bulat di Kongres.
"Kita harus membawa rancangan hukum itu ke Senat. Saya perkirakan hukum itu hanya akan didukung tak lebih dari 20 orang," tutur Senator dari Partai Demokrat, Brian Schatz.
Para pejabat Meksiko menyatakan bahwa Trump sengaja memunculkan kembali isu ini untuk menekan negaranya terkait Kesepakatan Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA).
Namun, selama ini, Trump memang sangat vokal ketika berbicara tentang imigran ilegal, terutama dari Meksiko.
Setelah naik takhta pada Januari 2017, Trump berkeras ingin mewujudkan rencananya tersebut. Meski sempat ditentang, rencana itu akhirnya disetujui parlemen, tapi rincian pembangunan tembok itu masih terus digodok. (has)