Jaksa Periksa Elite Kaya Rusia Terkait Kolusi Trump

CNN, CNN Indonesia | Jumat, 06/04/2018 04:55 WIB
Jaksa Periksa Elite Kaya Rusia Terkait Kolusi Trump Tim jaksa khusus Robert Mueller dilaporkan memeriksa sejumlah elite oligarki Rusia terkait dugaan kolusi tim kampanye Trump. (REUTERS/Molly Riley)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Jaksa Khusus Robert Mueller dilaporkan memeriksa elite kaya oligarki Rusia yang mengunjungi Amerika Serikat, mencegat setidaknya satu orang dan memeriksa alat elektroniknya ketika mendarat di New York dengan pesawat pribadi.

Hal tersebut disampaikan sejumlah sumber sebagaimana dilaporkan CNN, Kamis (5/4). Sementara itu, seorang sumber lain mengatakan seorang elite lainnya dicegat dalam kunjungan ke AS belum lama ini, tapi belum jelas apakah dia juga diperiksa.

Tim Mueller juga mengajukan permintaan dokumen dan wawancara tidak resmi yang bersifat suka rela kepada seorang elite ketiga. Dia belum berkunjung ke Amerika dalam waktu dekat ini.


Tiga situasi ini punya satu kesamaan, yakni para penyidik bertanya apakah kalangan kaya Rusia secara ilegal menyalurkan dana donasi, baik langsung secara tidak langsung, ke tim kampanye dan pelantikan Presiden Donald Trump.
Ketertarikan penyidik terhadap para elite belum pernah dilaporkan sebelumnya. Hal ini menunjukkan tim Mueller meningkatkan fokusnya pada potensi aliran dana ke Amerika, dalam serangkaian penyelidikan luas terkait dugaan kolusi tim Trump dengan Rusia dalam pemilihan presiden 2016.

Seorang sumber mengatakan pendekatan kepada elite Rusia dalam beberapa pekan terakhir juga menunjukkan tim Mueller telah mendapatkan rekaman atau dokumen yang diperlukan, dan kini tengah mencoba menggali informasi dari pihak warga Rusia melalui operasi suka rela.

Peraturan keuangan pemilihan umum melarang warga asing memberikan donasi kepada kampanye politik di AS.

Para sumber tidak menyebut nama-nama elite Rusia yang dimintai keterangan. Namun, mereka menceritakan bagaimana mereka berinteraksi dengan tim jaksa khusus.
Salah satu hal yang dipertanyakan, kata mereka, adalah investasi Rusia terhadap perusahaan think tank berkomite tindakan politik yang menyalurkan dana ke pada tim kampanye.

Teori lainnya, menurut para sumber, adalah orang-orang kaya Rusia menggunakan warga Amerika sebagai perantara aliran dana ke tim kampanye.

Interaksi dengan elitee Rusia di bandara-bandara Amerika merupakan tanda lain yang menunjukkan strategi agresif Mueller untuk mendekati saksi atau orang-orang yang ingin mereka mintai keterangan.

"Jaksa dan penyidik menyukai elemen kejutan di mana Anda bisa lebih banyak mendapatkan respons instingtif (dan kerap lebih jujur)," kata Daniel Goldman, mantan jaksa, dalam pesan tertulis.
Tim Mueller menggunakan surat perintah geledah untuk memeriksa perangkat elektronik dan, kata Goldman, "kejutan sangat penting untuk pemeriksaan semacam itu karena Anda tidak mau siapapun untuk membersihkan telepon Anda."

(aal)