Kejatuhan Eks-Presiden Korsel, Dari Protes Mahasiswa ke Bui

AFP, CNN Indonesia | Jumat, 06/04/2018 18:43 WIB
Kejatuhan Eks-Presiden Korsel, Dari Protes Mahasiswa ke Bui Eks Presiden Korea Selatan Park Geun-hye divonis hukuman penjara 24 tahun karena dinyatakan terbukti korupsi. (REUTERS/Ahn Young-joon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Skandal yang berujung pada vonis penjara 24 tahun untuk mantan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye pecah lebih dari 18 bulan lalu.

Pemimpin yang sempat populer di mata masyarakat, beserta orang dekatnya, Choi Soon-sil, dijerat dugaan hubungan ilegal dengan perusahaan besar, penyalahgunaan wewenang dan imbalan senilai jutaan dolar.

Berikut adalah rangkaian peristiwa yang berujung pada kejatuhan Park, dirangkum AFP:


Catatan akademis palsu

Pengaruh yang dimiliki Choi atas Park--teman lamanya--mencuat pada September 2016 ketika ribuan mahasiswa Ehwa University mengadakan protes atas dugaan manipulasi catatan akademis.

Mahasiswa yang diuntungkan lewat manipulasi itu adalah putri Choi. Jaksa meluncurkan penyelidikan dan menangkap Choi berserta tiga anggota fakultas, termasuk kepala sekolah.

Ikut campur dalam urusan pemerintah

Televisi Korsel JTBC TV melaporkan pada Oktober 2016 bahwa ada empat dokumen pemerintah dalam komputer tablet Choi yang tak sengaja tertinggal di kantornya.
Jaksa kemudian mengonfirmasi temuan JTBC: tablet yang didapatkan oleh stasiun televisi itu menyimpan dokumen pemerintah, termasuk salinan pidato Park. Peristiwa ini menguatkan dugaan bahwa Choi, yang tak punya jabatan resmi, justru ikut campur dalam urusan negara.

Maaf yang sia-sia

Park menyatakan permohonan maaf secara publik pada 25 Oktober 2016, tapi hanya terkait akses Choi atas dokumen pemerintah. Pernyataan itu tak bisa menahan ribuan demonstran turun ke jalan untuk memprotes dugaan korupsi lain.

Dia kemudian melontarkan pernyataan maaf kedua dalam hitungan hari, dan sepakat menunjuk jaksa khusus.

Ketika pejabat-pejabat tingginya ditahan karena korupsi dan membocorkan dokumen kepada Choi, Park mengutarakan permintaan maaf untuk ketiga kalinya pada 29 November. Dia sepakat membiarkan parlemen membahas pemakzulannya.

Digulingkan

Sementara jaksa khusus menyelidiki dugaan korupsi, Dewan Nasional pada Desember 2016 mengadopsi resolusi untuk memakzulkan Park dan meminta dukungan Mahkamah Konstitusi.

Pada Februari 2017, seorang jaksa khusus mengakhiri penyidikan dan mendakwa 17 orang--termasuk bos Samsung Lee Jae-yong--dan menyatakan Park sebagai tersangka penerima suap.
Pada Maret, MK secara mutlak menyetujui pemakzulan Park, menggulingkannya dari kekuasaan dan mencabut imunitasnya dari dakwaan pidana.

Penahanan dan persidangan

Park diperiksa dan ditahan pada 31 Maret 2017. Dia kemudian mendekam di Pusat Detensi Seoul dan didakwa korupsi berlapos dan penyelewengan kekuasaan.

Pada Februari 2018, jaksa menuntutnya dipenjara 30 tahun dan menjatuhkan denda senilai 118 miliar won (Rp1,5 triliun).

Sementara itu, Choi divonis bersalah pada Februari dan dijebloskan ke penjara selama 20 tahun karena terbukti korupsi dan ikut campur dalam urusan pemerintah.
(aal)