"Rusia bersumpah akan menembak jatuh semua rudal yang ditembakkan kepada Suriah. Bersiaplah Rusia, karena rudal-rudal itu akan datang, bagus, baru dan 'pintar!" kata Trump lewat Twitter, Rabu (11/4).
"Anda mestinya tidak jadi rekan Binatang Pembunuh Bersenjata Gas yang membunuh warganya sendiri dan menikmatinya."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika ada serangan dari Amerika, maka ... rudal mereka akan dijatuhkan dan bahkan sumber tembakan rudal itu sendiri," kata Duta Besar Rusia untuk Libanon Alexander Zasypkin, dalam laporan al-Manar yang dikutip Reuters, Rabu (11/4).
Dia mengatakan bentrokan dengan AS mesti dihindari dan Moskow siap bernegosiasi. Namun, pernyataannya tetap meningkatkan kekhawatiran akan konflik langsung antara dua kekuatan besar dunia yang mendukung pihak berbeda di perang saudara Suriah ini.
Pernyataan itu, kata Zasypkin, merujuk pada Presiden Rusia Vladimir Putin dan kepala staf angkatan bersenjatanya.
Zasypkin mengatakan bentrokan AS dan Rusia soal Suriah "mesti dihindari sehingga kita siap bernegosiasi."
Moskow dan Washington berdebat panas di Perserikatan Bangsa-Bangsa soal penggunaan senjata kimia di Suriah. AS dan para sekutunya mempertimbangkan untuk menyerang Suriah sebagai respons atas serangan gas racun itu.
Setidaknya 60 orang tewas akibat serangan senjata kimia yang terjadi di Douma, kata para petugas bantuan kemanusiaan Suriah. Sekitar 500 orang yang dirawat di rumah sakit pun menunjukkan gejala-gejala terpapar zat kimia beracun, kata WHO.