WAWANCARA EKSKLUSIF

Saudi Buka Kemungkinan Jalin Hubungan bersama Israel

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Jumat, 13/04/2018 09:00 WIB
Saudi Buka Kemungkinan Jalin Hubungan bersama Israel Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi, membuka kemungkinan Saudi menjalin hubungan diplomatik dengan Israel dengan syarat. (CNN Indonesia/Artho Viando)
Jakarta, CNN Indonesia -- Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi, menyebut kemungkinan Saudi menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. Namun dengan syarat yakni jika seluruh hak bangsa Palestina sudah terpenuhi.

"Jika seluruh hak bangsa Palestina terpenuhi, mungkin saja Saudi akan menjalin hubungan resmi [dengan Israel]," kata Osama kepada CNNIndonesia.com di kediamannya di Jakarta pada awal pekan ini.

"Tapi faktanya sampai saat ini bangsa Palestina masih terjajah dan terintimidasi. Mereka diusir, dipenjara, bahkan dibunuh. Warga Palestina tidak bisa hidup dan tinggal di Al Quds, mereka bahkan tidak bisa masuk Yerusalem. Itu faktanya yang sampai saat ini masih kita lihat," lanjut duta besar yang pernah menjadi atase pertahanan Saudi di Indonesia tersebut.


Osama mengatakan selama ini Riyadh tidak memiliki relasi apa pun dengan Tel Aviv. Tak hanya hubungan diplomatik, Osama mengatakan Saudi juga tidak memiliki hubungan kekonsuleran dengan Israel.

"Tidak ada hubungan diplomatik, kekonsuleran, bahkan tidak ada interaksi antara kedua negara selama Israel tak mewujudkan hak dan keamanan bagi bangsa Palestina," ujar Osama.

Konflik Palestina dan Israel memang menjadi salah satu penghalang hubungan antara Saudi dan Israel selama ini.


Memposisikan diri sebagai pemimpin di kawasan, Saudi mendukung penuh perjuangan Palestina untuk merdeka dari pendudukan Israel.

Saudi menyatakan bahwa normalisasi hubungan bisa terjadi hanya jika Israel mau angkat kaki dari tanah Palestina yang dicaploknya dalam Perang Enam Hari pada 1967 lalu.

Namun di belakang layar, hubungan Riyadh dan Tel Aviv dirumorkan semakin erat dalam beberapa tahun terakhir, menyusul kedekatan Saudi dengan Amerika Serikat yang merupakan sekutu dekat Israel.

Hal itu terlihat saat Presiden Donald Trump memutuskan untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Desember lalu.

Saudi dianggap tak cukup vokal merespons keputusan Trump yang disebut melanggar hukum internasional dan bisa mengancam perdamaian di Timur Tengah itu.

Rumor kedekatan Saudi dan Israel kian kuat setelah Mohammed secara mengejutkan mengatakan bahwa Israel berhak hidup dengan damai di tanahnya sendiri.

"Hak untuk hidup damai adalah hak semua orang apapun agamanya tanpa terkecuali," papar Osama.

(EMB) Saudi Buka Kemungkinan Jalin Hubungan bersama Israel Foto: REUTERS/Ronen Zvulun



Keputusan AS Keliru

Meski begitu, dia menegaskan bahwa posisi Saudi tetap akan membela dan berjuang untuk Palestina. Osama menuturkan Saudi akan mendukung dan memperjuangkan apa pun yang diinginkan Palestina, termasuk menolak keputusan Trump yang berkeras mempercepat relokasi kedutaan besarnya di Tel Aviv ke Yerusalem.

Menurutnya, keputusan Trump soal status kota suci tiga agama itu bisa menganggu proses perdamaian di Timur Tengah. Rapat Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) beberapa waktu lalu, paparnya, juga telah menolak keputusan Trump itu.


"Jika Trump berkeras dengan keputusannya, dia berarti melawan keputusan PBB di mana Arab Saudi merupakan salah satu anggotanya. Arab Saudi akan terus berupaya menyampaikan pesan kepada Amerika bahwa keputusannya ini keliru dan bisa merusak stabilitas keamanan di kawasan," kata Osama.

"Selain itu, jika terdapat suatu penolakan dari Israel dalam melaksanakan ketentuan yang telah diputuskan PBB soal ini, maka Saudi akan membela bangsa Palestina sekuatnya," lanjutnya.

[Gambas:Video CNN] (nat)