Diterjang Badai, Dua Pilar Menara Taj Mahal Rusak

Natalia Santi, CNN Indonesia | Jumat, 13/04/2018 13:54 WIB
Diterjang Badai, Dua Pilar Menara Taj Mahal Rusak Dua pilar Menara Taj Mahal rusak diterjang badai, Rabu (11/4). (AFP PHOTO)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua pilar Menara Taj Mahal rusak diterjang badai. Satu dari tujuh keajaiban dunia di India tersebut runtuh akibat badai petir yang melanda Agra, Rabu (11/4).

Dilansir Times of India, Kamis (12/4), Pilar baja setinggi 12 kaki di Gerbang Darwaza-e-Rauza, Taj Mahal runtuh diterpa angin berkecepatan 100 kilometer per jam.

Gerbang Darwaza-e-Rauza adalah gerbang kerajaan yang memberikan gambaran awal keajaiban arsitektur Taj Mahal yang megah.


Menurut News 18, monumen utama Menara Taj Mahal juga terkena dampak hujan yang tercurah selama sekitar 40 menit di wilayah tersebut. Sebuah menara dekat gerbang runtuh. Sebuah kubah putih kecil juga terkena.

Diterjang Badai, Dua Pilar Menara Taj Mahal RusakFoto: vivekgeddam/Pixabay


Selain merusak Menara Taj Mahal, badai yang melanda Agra serta wilayah lain di Uttar Pradesh tersebut juga menumbangkan pepohonan, tiang listrik. Meski belum ada laporan korban.

Taj Mahal, salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia telah menarik wisatawan seluruh dunia ke India. Hampir tujuh hingga delapan juta pengunjung tiap tahun.

Mausoleum marmer berwarna putih gading itu dibangun Kaisar Mughal, Shah Jahan untuk mengenang istri tercintanya, Mumtaz Mahal.


Arsitektur yang dibangun di tepi Sungai Yamuna tersebut melambangkan cinta sejati.

Salah satu fitur utama monumen adalah makam. Ruang utamanya adalam makam Mumtaz Mahal dan Shah Jahan di tempat yang lebih rendah.

Pada 1983, monumen tersebut tercatat sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO karena dianggap sebagai 'permata seni Muslim di India, dan salah satu mahakarya yang dikagumi secara universal di di dunia.'

Aparat Taj Mahal kepada BBC mengatakan upaya restorasi bagian-bagian yang rusak telah dilakukan.

Januari lalu, Survei Arkeologi India mengatakan Taj Mahal berisiko kehilangan kilau dan strukturnya akibat meningkatnya polusi di Agra.

(nat)