"Saya akan meminta maaf kepada Anda, tapi jika Anda sadari, pernyataan saya sebenarnya satir," ujar Duterte, sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (13/4).
Duterte merujuk pada pernyataannya pada 5 April lalu, ketika ia menyampaikan rasa iba kepada Rohingya dan menawarkan komunitas minoritas Muslim itu untuk mengungsi ke Filipina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maksud utama dari komentar Duterte itu adalah untuk mengkritik Eropa yang hanya mengecam Myanmar tanpa melakukan tindakan nyata.
"Apakah kalian punya rencana untuk memberikan tempat aman bahkan hanya untuk sebentar bagi mereka yang benar-benar korban perang?" kata Duterte.
Hingga kini, nasib sekitar 700 ribu pengungsi Rohingya di Bangladesh yang kabur dari kekerasan di Rakhine masih belum jelas.
Myanmar dan Bangladesh sudah mencapai kesepakatan repatriasi Rohingya. Namun, proses itu masih terhambat karena persayaratan yang sulit dan Rohingya enggan kembali tanpa jaminan keamanan. (has)