Arab Saudi dan Iran telah bersaing mencapai supremasi regional untuk beberapa dekade dan kini terlibat dalam perang proksi di sejumlah negara, termasuk Yaman dan Suriah.
"Kami menekankan kecaman mutlak kami atas penggunaan senjata kimia terhadap warga Suriah dan kami menuntut penyelidikan independen internasional untuk menjamin penerapan hukum," bunyi pernyataan yang dikutip Reuters, Senin (16/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Damaskus menampik memiliki senjata kimia dan menyebut serangan tiga negara itu merupakan bentuk agresi.
Bantuan militer dari Rusia dan Iran, yang juga didukung Hizbullah Libanon dan kelompok Syiah di Irak, selama tiga tahun terakhir memungkinkan Presiden Suriah Bashar al-Assad menghancurkan para pemberontak yang mengancam menggulingkannya.
Komunike Liga Arab yang merupakan produk dari konferensi tingkat tinggi juga menyerukan sanksi internasional terhadap Iran dan mendorong negara tersebut menarik "kelompok bersenjata" dari Suriah dan Yaman.
Menampik tudingan itu, Iran menyebut kecaman Liga Arab merupakan hasil dari tekanan Saudi.
"Bayangan kebijakan destruktif Saudi terbukti pada ... pernyataan final KTT tersebut," kata juru bicara Kemlu Iran Bahram Qasemi, dalam laporan media pemerintah yang dikutip Reuters.
(aal)