FOTO: Hidup Baru Para Pembelot Korea Utara

REUTERS/Kim Hong-ji, CNN Indonesia | Rabu, 18/04/2018 16:42 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah pembelot Korea Utara kini menikmati kehidupan baru di Korea Selatan, tanpa dapat melupakan kenangannya.

Lee Min-bok, 60 tahun, dan buku hariannya di Seoul. Di Korea Utara, dia adalah peneliti di Akademi Ilmu Pertanian, baru berhasil membelot pada 1995. Menulis buku harian adalah perintah pendiri Korut, Kim Il Sung. (REUTERS/Kim Hong-ji)
Lee Oui-ryuk, 29 tahun dan kartu identitas Korea Utara miliknya. Dia berasal dari Onsong, dekat perbatasan China, membelot pada 2010. Golongan darahnya 'O' tapi di kartu identitas Korea Utara ditulis 'A'. (REUTERS/Kim Hong-ji)
Kang, 28 tahun, dan rompi bulu anjingnya. Orang tua Kang mengirim mantelnya lewat perbatasan China setelah dia berhasil mencapai Korsel pada 2010. (REUTERS/Kim Hong-ji)
Ji Sung-ho, 35 tahun dan kruknya. Sung-ho berasal dari Hoeryong, dekat perbatasan dengan China. Dia meninggalkan Korut dengan sepasang kruk-nya pada 2006. Di tempat asalnya, dia menjadi pengemis anak-anak. Kaki dan tangannya patah saat mencuri batu bara dari atas kereta dan jatuh. (REUTERS/Kim Hong-ji)
Baek Hwa-sung, 33 tahun, dan buku hariannya. Dia meninggalkan Sinuiju di perbatasan dengan China pada 2003 dan bermukim di Korsel pada 2008. Di buku harian yang mulai ditulisnya pada 2004, dia mengungkapkan segala ketakutannya saat membelot sendirian. (REUTERS/Kim Hong-ji)
Kim Ryen Hui, 48 tahun dan foto putrinya. Dia berasal dari Pyongyang dan tak pernah terpikir untuk membelot, sampai seorang broker menipunya pada 2011. Dia ingin berobat ke China tapi malah dibawa ke Korsel. Kini dia sangat merindukan orang tuanya. (REUTERS/Kim Hong-ji)
Song Byeok, 48 tahun dan foto keluarganya. Dia adalah seorang seniman propaganda. Ayahnya tewas tenggelam saat berusaha berenang menyeberangi Sungai Tumen pada 2000. Dia akhirnya berhasil meninggalkan Korut pada 2001, membawa sejumlah foto keluarga. (REUTERS/Kim Hong-ji)
Jeong Min-woo, 29 tahun dan topinya. Dia berasal dari Hyesan, dekat perbatasan China. Seorang tentara, dia membelot dengan seragamnya pada November 2003. Agen intelijen Korsel menyitanya, tetapi dia berhasil membujuk rekannya untuk mengirim seragam yang baru. (REUTERS/Kim Hong-ji)