Nenek Meksiko Wujudkan Impian untuk Bersekolah di Usia 96

Natalia Santi, CNN Indonesia | Kamis, 19/04/2018 12:05 WIB
Nenek Meksiko Wujudkan Impian untuk Bersekolah di Usia 96 Ilustrasi negara bagian Chiapas, Meksiko. (REUTERS/Edgard Garrido)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bagi banyak orang, sekolah adalah sebuah kewajiban yang dijalani di masa-masa kanak-kanak hingga remaja. Namun bagi seorang wanita Meksiko, sekolah adalah sebuah impian. Dan impian itu baru terwujud di usia yang tak lagi muda.

Guadalupe Palacois tampak paling menonjol di kelasnya di Meksiko. Bukan karena rambutnya yang beruban, atau kulitnya yang sudah keriput di usianya yang ke 96 tahun.

Palacios, yang berusia mewujudkan mimpi untuk dapat lulus di usianya yang ke-100 juga merupakan siswa paling antusias di kelas.


"Saya merasa siap untuk memberikan segalanya. Hari ini adalah hari yang luar biasa," katanya di hari pertamanya di sekolah menengah di negara bagian Chiapas, wilayah selatan Meksiko.

Dia mengenakan seragam sekolah berupa kemeja polo putih dengan rok hitam dan sentuhannya sendiri, sweater warna merah muda.


"Dona Lupita" menjadi sebutan kesayangannya. Dia pun disambut tepuk tangan dari teman-temannya di SMA Nomor 2, Kota Tuxtla Gutierrez, Ibu Kota Chiapas, Meksiko.

Dia dengan tekun mencatat pelajaran kimia dan matematika. Juga melenggak-lenggokkan tubuhnya di kelas dansa.

Palacios lahir dan dibesarkan dalam kemiskinan di sebuah desa adat di Meksiko. Dia menghabiskan masa kecilnya dengan membantu keluarga, bertani jagung dan kacang sehingga tidak pergi ke sekolah.

Saat dewasa, dia menjadi penjual ayam di pasar. Lalu menikah dua kali dan memiliki enam anak.


Dia sempat belajar aritmetika, tetapi tidak pernah belajar membaca dan menulis.

Saat berusia 92 tahun, dia memutuskan bahwa sudah waktunya dia belajar membaca dan menulis. "Sekarang saya bisa menulis surat untuk pacar-pacarku," katanya sambil tertawa seperti dilansir kantor berita AFP.

Tapi tak berhenti di situ, pada 2015 dia mendaftar di program sekolah dasar bagi orang dewasa di Meksiko.

Dalam waktu kurang dari empat tahun, dia menyelesaikan program untuk sekolah dasar dan menengah.

Tapi tidak ada program sekolah menengah atas untuk orang dewasa. Karena itu Palacios memutuskan untuk mendaftar di sekolah umum biasa. Meskipun teman-teman sekelasnya delapan dekade lebih muda.

Meski belum lulus, Palacios sudah mencari sekolah lanjutannya di Meksiko. Dia bercita-cita untuk menjadi guru taman kanak-kanak suatu hari nanti.

(nat)