Kapal Perang Australia dan China Berhadapan di LCS

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Jumat, 20/04/2018 20:40 WIB
Kapal Perang Australia dan China Berhadapan di LCS Ilustrasi kapal China di Laut China Selatan. (Reuters/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga kapal perang Australia berhadapan dengan kapal militer China saat berlayar di perairan sengketa Laut China Selatan sekitar awal pekan ini.

Seorang pejabat yang tak diungkap identitasnya mengatakan bahwa pertemuan dengan kapal China itu sopan, tapi "tegas."

Pertemuan kapal perang kedua negara diyakini terjadi saat China menggelar latihan angkatan laut terbesarnya di perairan yang selama ini diklaim sepihak oleh Beijing tersebut.


Sumber keamanan Australia mengonfirmasi bahwa kapal HMAS Anzac, HMAS Toowoomba, dan HMAS Success itu bertemu dengan kapal perang China saat mereka berlayar menuju Vietnam dan hendak berlabuh di Ho Chi Minh.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Australia menolak menjelaskan detail interaksi kapal perangnya dengan Angkatan Laut China itu.

Melalui pernyataan, Kemhan Australia hanya menjelaskan bahwa peristiwa terjadi ketika HMAS Anzac dan HMAS Success baru saja bertolak dari Pelabuhan Subic, Filipina, setelah berpatroli di Laut China Selatan.

Sementara itu, HMAS Tooowoomba tengah berlayar di perairan itu setelah bertolak dari Kinabalu, Malaysia.

Meski tak memastikan interaksi kapal perang itu, Perdana Menteri Malcolm Turnbull menegaskan bahwa Australia memiliki hak dan kebebasan untuk melakukan patroli dan latihan navigasi di Laut China Selatan.

"Kami mempertahankan dan mengimplementasikan hak kebebasan navigasi dan mengudara di seluruh dunia. Dalam konteks ini, kapal-kapal angkatan laut Australia juga berhak menggelar latihan di seluruh perairan bebas, termasuk Laut China Selatan. Hak navigasi ini sesuai dengan hukum internasional," kata Turnbull.
Menteri Industri Pertahanan Christopher Pyne bahkan menganggap interaksi angkatan laut kedua negara di Laut China Selatan merupakan "konfrontasi yang menggambarkan peristiwa yang umum di Laut China Selatan".

Dilansir Reuters, di sisi lain China melalui kementerian pertahanannya menyebut laporan dari Australia tak menjabarkan dengan lengkap keseluruhan fakta sebenarnya.

"Pada 15 April kapal angkatan laut China bertemu dengan kapal perang Australia di Laut China Selatan. Kapal China menggunakan bahasa profesional untuk berkomunikasi dengan kapal Australia. Operasi kapal China itu adalah legal secara hukum, profesional, dan aman," bunyi pernyataan China. (nat)