Capres Meksiko Usul Hukuman Potong Tangan buat Pencuri

Natalia Santi, CNN Indonesia | Senin, 23/04/2018 20:12 WIB
Capres Meksiko Usul Hukuman Potong Tangan buat Pencuri Salah satu capres Meksiko usulkan hukuman potong tangan untuk mengatasi pencurian, termasuk korupsi. (REUTERS/Daniel Becerril)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang calon presiden (capres) Meksiko mengusulkan hukuman potong tangan untuk mengatasi pencurian, termasuk korupsi. Usulan itu disampaikan sang capres dalam debat yang ditayangkan di televisi, Minggu (22/4). Moderator sempat tidak mempercayainya, dan pernyataan itu langsung menuai banjir komentar di media sosial.

Jaime Rodriguez, capres independen pemilihan presiden Meksiko, kandidat paling tidak diunggulan dalam jajak pendapat. Dia mengajukan usulan itu saat membahas isu korupsi di debat perdana lima kandidat menjelang pilpres 1 Juli.

"Kita harus memotong tangan mereka yang merampok. Sesederhana itu," kata capres berusia 59 tahun yang berjuluk 'El Bronco'.


Tak hanya itu, Rodriguez juga menyatakan bahwa dia akan meminta Kongres untuk mengesahkan undang-undang yang mendukung gagasannya.

Moderator Denise Maerker pun terkejut mendengarnya. Tak percaya, dia pun sempat dua kali bertanya, apakah yang dimaksud Rodriquez itu benar-benar potong tangan secara harfiah. Dia mengecek lagi apakah Rodriguez benar-benar bermaksud demikian.

"Itu benar. Itu benar," jawab Rodriguez.

Kontan saja sejumlah meme berdasarkan pernyataan Rodriguez beredar di media sosial Twitter. Di antaranya foto dia ditumpangkan pada foto militan Islam yang memotong tangan seorang pria.



Alhasil, selama perdebatan 'El Bronco' menjadi tren terdepan dibanding kandidat lainnya di Twitter.

Kejahatan dan korupsi menjadi topik utama dalam kampanye pilpres. Para kandidat ditantang untuk menumpas korupsi publik besar-besaran dan menurunkan angka pembunuhan yang mencapai titik tertinggi dalam sejarah.

Pernyataan Rodriguez dilontarkan menyusul pembahasan panjang soal proposal kandidat unggulan pilpres Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, yang akan menegaskan amnesti untuk mengakhiri perang obat-obatan terlarang. Sedikitnya 200 ribu orang tewas dalam satu dekade akibat perang antar-geng obat-obatan terlarang.

Ide Rodriguez tampaknya tidak bakal didukung Kongres. Tetapi jika berhasil diadopsi, hal itu merupakan perubahan besar bagi Meksiko yang melarang hukuman mati dan penyiksaan.

"Itu bukan hal yang baru, negara-negara yang telah meninggalkan korupsi telah melakukannya," kata Rodriguez, seperti dilansir kantor berita Reuters, tanpa menjelaskan secara rinci.


Arab Saudi dan Iran adalah negara-negara yang memberlakukan amputasi sebagai hukuman.

Belum jelas apakah hukuman yang dimaksud Rodriguez terbatas pada pejabat publik yang dihukum karena korupsi atau sebaliknya. Terpilih pada2015 sebagai gubernur independen pertama Meksiko, Rodriguez cuti dari jabatannya untuk bersaing merebut posisi nomor satu negeri itu. Dalam jajak pendapat, dia masuk dalam peringkat lima dari lima kandidat.


(nat)