Rekaman video menunjukkan petugas polisi tersebut menodongkan senjata terhadap tersangka di tengah jalan, sementara orang itu balik menodongkan benda yang tampak seperti senjata dan berteriak "bunuh aku." Video CBC News yang dilaporkan Reuters itu menunjukkan lelaki tersebut berulang kali menodongkan sesuatu kepada polisi.
Penangkapan tersangka dipuji sebagai contoh sikap polisi menahan diri di tengah kekacauan. Peristiwa itu terjadi beberapa menit setelah mobil van sewaan menabraki pejalan kaki di jam makan siang di utara Toronto, menewaskan 10 orang dan melukai 15 lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tampaknya tersangka berupaya untuk dieksekusi. Dia memang menginginkan 'bunuh diri oleh polisi'," kata Gary Clement, pensiunan Polisi Kerajaan Kanada yang berpengalaman selama 34 tahun, kepada Reuters.
Kepala Kepolisian Toronto Mark Saunders mengatakan sikap petugas itu mencerminkan "latihan kaliber tinggi yang dilakukan."
"Mereka diajarkan untuk menggunakan paksaan sesedikit mungkin di situasi apapun," kata Clement.
Ketegangan yang berakhir tanpa kekerasan itu juga dipuji di media sosial.
"Wow, lihat polisi-polisi Kanada menangkap tersangka pembunuh ini," kata pengguna Twitter, Stuart A Thompson.
Di saat yang sama, polisi di Amerika Serikat dikritik karena terlalu cepat menarik pelatuk, setelah terjadi serangkaian penembakan oleh polisi dan kematian tersangka dalam penangkapan.
Lihat juga:ISIS Serukan Serang Negara Arab |
Young Lee, seorang pengacara berusia 56 tahun, melihat dari jendelanya yang berada di lantai ketiga di Yonge Street dan terkejut melihat petugas medis berupaya menolong dua korban yang tak sadarkan diri.
"Saya tak pernah melihat kekerasan seperti ini di Toronto," kata Lee. "Saya merasa sekaligus marah dan bersimpati bagi para korban."
(aal)