DMZ, Zona Demiliterisasi Korea yang Penuh Misteri

Natalia Santi, CNN Indonesia | Jumat, 27/04/2018 10:50 WIB
DMZ, Zona Demiliterisasi Korea yang Penuh Misteri Misteri yang terkandung di Zona Demiliterisasi Korea (DMZ) mendatangkan lebih dari seratus ribu wisatawan setiap tahunnya. (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Jakarta, CNN Indonesia -- Zona Demiliterisasi Korea (DMZ), salah satu perbatasan yang dianggap paling mengerikan di dunia, penuh senjata, arteri, ranjau dan sejumlah penangkal agar tak ada warga Korea Utara yang menyeberang ke Korea Selatan yang selamat.

Kawasan penyangga perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan selebar empat kilometer itu bakal menjadi sorotan dunia, bersamaan dengan digelarnya Pertemuan Puncak atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Inter-Korea, yang bersejarah.

Untuk pertama kalinya, pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, bakal melintasi garis demarkasi militer DMZ untuk bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, tepatnya di Desa Panmunjom, yang dikenal sebagai Desa Gencatan Senjata, karena di situlah kesepakatan penghentian Perang Korea diteken pada 27 Juli 1953.


Desa Perdamaian, Panmunjom adalah sebuah kompleks bangunan berwarna biru muda yang cerah dengan sederet sejarah kelam pertikaian kedua tetangga Korea Selatan dan Korea Utara.

"Pamunjom adalah lambang pemisahan nasional," kata Koh Yu-hwan, ilmuwan kajian Korea Utara di Universitas Dongguk, Seoul. Menurutnya, pilihan Panmunjom sebagai tempat KTT Inter-Korea ketiga sangat tepat. "Untuk mengubah tatanan gencatan senjata di masa depan," kata dia.

Zona Demiliterisasi KoreaZona Demiliterisasi Korea. (CNN Indonesia/Fajrian)


Panmunjom menjadi saksi bisu serangkaian insiden militer dan diplomatis selama bertahun-tahun. Juga puluhan putaran perundingan antar-pemerintah, militer serta upaya kemanusiaan sejak dibuka untuk pertama kalinya pada 1971.

Yang paling mengerikan adalah tragedi pembunuhan dua tentara Amerika Serikat yang sedang menebang sebatang pohon poplar oleh tentara Korea Utara dengan sebilah kapak.

Terletak 60 kilometer dari Seoul dan 210 kilometer dari Pyongyang, Kawasan Keamanan Bersama (JSA) di Panmunjom adalah zona seluas 800 meter kali 400 meter.

Di tiap sisi Garis Demiliterisasi Militer (MDL), kedua Korea memiliki kantor penghubung dan ruang konferensi sendiri. Termasuk Rumah Perdamaian di mana Presiden Korsel Moon Jae-in dan pemimpin Korut Kim Jong-un akan bertemu.

Berdasarkan kesepakatan 1953 yang terpisah, komando Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan militer Korea Utara diizinkan mengirim tak lebih dari 35 tentara ke JSA. Masing-masing hanya boleh membawa satu pistol atau senapan non-otomatis.

Adapun DMZ atau Zona Demiliterisasi Korea itu sendiri merupakan sebuah zona penyangga selebar masing-masing dua kilometer di tiap sisi yang membentang sepanjang 250 kilometer. Pagar kawat bersilet membatasi kedua sisi, ditandai dengan nomor-nomor khusus. Perbatasan juga diawasi dengan persenjataan lengkap dan perangkap tank. Konon di sisi Korea Utara, juga terdapat wilayah yang ditaburi pasir halus. Gunanya untuk melacak jejak para pembelot.

Di berbagai tempat, juga masih banyak ladang ranjau peninggalan Perang Korea yang belum sempat dibersihkan. Di wilayah DMZ Korea Selatan, kawasan ladang ranjau ditandai dengan kawat-kawat merah diselingi lambang segitiga warna kuning berhuruf merah "ranjau".

Ada pula kawasan DMZ di Korea Selatan yang menjadi lokasi cagar alam dan banyak dihuni hewan-hewan langka. Kawasan konservasi tersebut juga terbuka untuk wisata, pada waktu-waktu tertentu.

Sejumlah titik pos pengamatan di DMZ dapat dikunjungi wisatawan. Termasuk Desa Gencatan Senjata Panmunjom. Di sana, para pengunjung dapat mengintip situasi di Korea Utara. Beberapa kawasan memberikan kesempatan untuk meneropong wilayah DMZ Korea Utara, yang tampak gersang sejauh mata memandang.

Di Desa Panmunjom, pengunjung juga dapat melihat lubang-lubang peluru dimana seorang tentara Korut membelot pada November lalu, di bawah desingan peluru tembakan dari kawan-kawannya.

Selain Panmunjom, ada banyak tempat wisata lain yang dapat dikunjungi, membawa debar-debar misteri masa lalu. Seperti empat terowongan yang dibangun tentara Korea Utara untuk menyusup ke Korea Selatan. Ada pula tempat-tempat bekas pertempuran sengit di masa lalu.  Di lokasi tersebut, jika tak ada lagi bangunan tersisa, ada plang berisi foto-foto sebelum dan sesudah pertempuran, serta informasi mengenainya.  Termasuk jumlah korban baik dari Korea Selatan dan sekutunya, Amerika Serikat, maupun Korea Utara beserta pendukungnya Rusia dan China.

[Gambas:Video CNN]

Ada pula bekas Markas Besar Partai Buruh Korea di Cheorwon yang bergaya Rusia. Jejak di tangganya adalah bekas tank Korea Selatan. Di tembok-temboknya masih ada bekas lubang peluru dan mortir. Tempat ini menjadi terkenal karena pernah menjadi latar video musik grup penyanyi Korea era 90-an.

Menurut data komando PBB, lebih dari 105 ribu wisatawan dari Selatan mengunjungi JSA dari Selatan pada 2017. Adapun dari sisi Utara dikunjungi hampir 30 ribu orang. (nat)