Namun, alih-alih berdampak positif, Fadli mengkritik politik luar negeri Indonesia saat ini dia nilai kurang terlibat dalam usaha perdamaian di dunia, termasuk perseteruan Korea Utara dan Korea Selatan.
"Jadi saya kira Indonesia cuma jadi penonton sih sekarang," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (27/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Kamboja bahkan kita mengirim pasukan perdamaian, kemudian di beberapa negara lain seperti itu," katanya.
Fadli menganggap perdamaian atau reunifikasi antar-kedua negara masih perlu transisi. Meski begitu, menurutnya, pertemuan Kim dan Moon merupakan langkah awal yang baik.
"Langkah dialog yang dilakukan Kim Jong-un, saya kira ini meredakan ketegangan di Semenanjung Korea," katanya.
Korea Utara dan Korea Selatan akan menandatangani kesepakatan damai untuk secara resmi mengakhiri Perang Korea, tahun ini, setelah 65 tahun dijeda oleh gencatan senjata.
Hal tersebut diumumkan oleh kedua negara dalam pernyataan bersama, Jumat (27/4), setelah menggelar pertemuan tingkat tinggi pertama dalam satu dekade terakhir.
Dokumen yang secara resmi disebut "Deklarasi Panmunjom soal Perdamaian, Kesejahteraan dan Unifikasi di Semenanjung Korea" diumumkan setelah pertemuan antara pemimpin Korut Kim Jong-un dan Presiden Korsel Moon Jae-in berlangsung selama seharian.
(nat)