Fadli Zon soal Korut-Korsel: Indonesia Cuma Jadi Penonton

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Jumat, 27/04/2018 18:12 WIB
Fadli Zon soal Korut-Korsel: Indonesia Cuma Jadi Penonton Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengkritik politik luar negeri RI yang dinilai kurang aktif dalam usaha perdamaian di dunia, termasuk perseteruan Korut dan Korsel. ( CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai rencana kesepakatan damai yang dibangun antara Korea Utara dengan Korea Selatan akan memberi dampak yang positif bagi Indonesia.

Namun, alih-alih berdampak positif, Fadli mengkritik politik luar negeri Indonesia saat ini dia nilai kurang terlibat dalam usaha perdamaian di dunia, termasuk perseteruan Korea Utara dan Korea Selatan.

"Jadi saya kira Indonesia cuma jadi penonton sih sekarang," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (27/4).


Dulu kata Fadli, Indonesia selalu terlibat di dalam usaha-usaha perdamaian, seperti menjadi peninjau dalam konflik Filipina dan di Kamboja.

"Di Kamboja bahkan kita mengirim pasukan perdamaian, kemudian di beberapa negara lain seperti itu," katanya.

Terlepas dari itu, Fadli menilai pertemuan antara Kim Jong-un dan Moon Jae-in di Panmunjom, Korea Selatan merupakan langkah yang luar biasa dari kedua negara.

Fadli menganggap perdamaian atau reunifikasi antar-kedua negara masih perlu transisi. Meski begitu, menurutnya, pertemuan Kim dan Moon merupakan langkah awal yang baik.

"Langkah dialog yang dilakukan Kim Jong-un, saya kira ini meredakan ketegangan di Semenanjung Korea," katanya.

Korea Utara dan Korea Selatan akan menandatangani kesepakatan damai untuk secara resmi mengakhiri Perang Korea, tahun ini, setelah 65 tahun dijeda oleh gencatan senjata.

Hal tersebut diumumkan oleh kedua negara dalam pernyataan bersama, Jumat (27/4), setelah menggelar pertemuan tingkat tinggi pertama dalam satu dekade terakhir.

Dokumen yang secara resmi disebut "Deklarasi Panmunjom soal Perdamaian, Kesejahteraan dan Unifikasi di Semenanjung Korea" diumumkan setelah pertemuan antara pemimpin Korut Kim Jong-un dan Presiden Korsel Moon Jae-in berlangsung selama seharian.

(nat)