Organisasi tersebut mendapati sekitar 2 juta pemilih terdaftar tanpa alamat jelas. Sebanyak 500 ribu pemilih juga terdaftar dalam satu alamat yang sama.
Bersih juga menemukan beberapa nama orang yang sudah meninggal didaftarkan sebagai pemilih baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab, pemilu kali ini akan didominasi persaingan antara koalisi Barisan Nasional (BN) yang dipimpin petahana Perdana Menteri Najib Razak dan rival sekaligus pendahulunya, Mahathir Mohamad, dari kubu oposisi Pakatan Harapan.
Dalam pemilu kali ini, Najib dihantui oleh skandal korupsi miliaran dolar lembaga investasi 1 Malaysia Development Berhad (1MBD) yang menjerat namanya. Oposisi menggunakan isu tersebut untuk menjatuhkan Najib.
Sementara itu, Najib memanfaatkan undang-undang anti-berita palsu demi membungkam kritik. Dia dinilai berupaya menjegal Mahathir dengan membubarkan seluruh partai baru PM periode 1981-2003 itu.
"Pemilu ini akan berjalan sangat sengit. Perbedaan data ini mencerminkan kemungkinan kecurangan yang memungkinkan BN memenangkan pemilihan," kata Yap kepada AFP.
"Kami sangat geram dengan perilaku komisi pemilu ini," lanjutnya.
Yap mengatakan organisasinya telah melayangkan surat yang menyoroti kejanggalan daftar pemilih itu kepada komisi pemilu nasional namun tak kunjung mendapat respons.
(aal)