Jasad Ilmuwan Palestina yang Tewas di Malaysia Dipulangkan

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Kamis, 26/04/2018 16:14 WIB
Jasad Ilmuwan Palestina yang Tewas di Malaysia Dipulangkan Mesir menyatakan siap membantu pemulangan jenazah Fadi Al-Batsh ilmuwan Palestina korban pembunuhan di Malaysia. (REUTERS/Mohammed Salem)
Jakarta, CNN Indonesia -- Palestina mengatakan otoritas Mesir telah sepakat membantu pemulangan jenazah ilmuwan Palestina korban pembunuhan di Malaysia ke Jalur Gaza untuk dimakamkan.

Duta Besar Palestina untuk Malaysia Anwar Al-Agha mengatakan jenazah Fadi Mohammad Al-Batsh akan dipulangkan ke Gaza melalui perbatasan Mesir.

"Kedutaan Palestina di Malaysia telah menerima dokumen yang ditandatangani oleh pihak Mesir yang mengizinkan pemulangan jenazah Al-Batsh melalui jalur penyebrangan Rafah," kata Al-Agha, Kamis (26/4).


"Selain Mesir, Palestina juga sedang berkomunikasi dengan Arab Saudi karena sebelum ke Mesir, jenazah juga akan melalui Saudi untuk transit. Ketiga negara terus berkoordinasi untuk mempercepat penyelesaian dokumen yang diperlukan," lanjutnya seperti dikutip The Middle East Monitor.

Al-Batsh tewas ditembak oleh dua orang tak dikenal 300 meter dari rumahnya ketika hendak pergi ke masjid di Gombak, Kuala Lumpur, Sabtu (21/4) pagi. Insiden terjadi sekitar pukul 6 pagi waktu setempat ketika pria 35 tahun itu hendak menunaikan salat Subuh.


Al-Batsh merupakan seorang lulusan PhD jurusan Kejuruteraan Elektrik Universitas Malaya, bidang elektronik (power electronic) dan sistem kelistrikan (power system).

Ia memilih jurusan itu dengan cita-cita agar bisa mencari solusi listrik di Gaza. Al-Batsh bahkan sempat mendapat Penghargaan Berprestasi Tinggi dari Yayasan Khazanah yang diberikan oleh Perdana Menteri Malaysia.

Al-Batsh bersama istri dan dua orang anaknya sudah tinggal di Malaysia sejak 2011 lalu. Selain prestasi akademik, Al-Batsh juga terkenal aktif menjadi imam salat dan penceramah di masjid-masjid di Malaysia.

Kemampuan Al-Batsh membaca dan menafsirkan Al-Quran bahkan sudah diakui di seluruh dunia. Di luar seluruh kemampuannya, pribadi Al-Batsh juga terkenal rendah hati dan bijaksana.

"Banyak yang mengenang almarhum sebagai seorang yang baik dan biasa menjadi imam termasuk ketika shalat Tarawih pada bulan Ramadhan. Almarhum juga aktif menggalang dana kemanusiaan bagi rakyat Palestina khususnya di Gaza," kata Presiden Persatuan Ulama Malaysia (PUM) Datuk Al-Syeikh Abdul Halim Abdul Kadir seperti dikutip Antara.

Hamas dan keluarga korban menuding badan intelijen Israel, Mossad, menjadi otak pembunuhan Al-Batsh. Sebab, Israel selama ini menganggap Hamas sebagai organisasi teroris.

Tel Aviv juga disebut tidak menyukai jika ada anggota Hamas yang cerdas dan menonjol karena dianggap mengancam.

[Gambas:Video CNN]

Kepolisian Diraja Malaysia belakangan terus merilis sketsa foto dua terduga pelaku penembakan Al-Batsh.

Berdasarkan keterangan saksi mata, kedua pelaku diyakini berasal dari Eropa atau Timur Tengah dengan tinggi sekitar 180 sentimeter.

Dikutip Reuters, polisi meyakini keduanya masih berada di Malaysia dan masuk ke negara tersebut sekitar akhir Januari.

Saat ini, aparat masih terus mencari para tersangka. Hingga kini kepolisian masih belum mengetahui jelas asal kedua terduga pelaku tersebut.

(nat)