Amerika Serikat Ucapkan Selamat atas Pemilu Malaysia
Natalia Santi | CNN Indonesia
Kamis, 10 Mei 2018 08:52 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat mengucapkan selamat kepada rakyat Malaysia atas terselenggaranya pemilihan umum (pemilu), Rabu (9/5). Dalam pemilihan tersebut koalisi oposisi yang dipimpin mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad keluar sebagai pemenang mengalahkan koalisi berkuasa Barisan Nasional yang dipimpin PM Najib Razak.
Dalam rilisnya Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan bahwa rakyat Malaysia dari semua partai, negara bagian dan seluruh latar belakang terlibat dalam proses pemilu dalam jumlah besar, secara damai dan antusiasme yang tinggi.
"Kami sangat berharap semua lembaga akan menjalankan fungsi dan tugas mereka untuk menghasilkan dan menerapkan hasil resmi sesuai dengan konstitusi federal dan kehendak rakyat Malaysia," kata Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat dalam rilisnya, Kamis (10/5).
Mahathir telah menyatakan kemenangan setelah dipastikan meraih 112 dari 222 kursi parlemen yang diperebutkan dalam pemilu Malaysia ke-14. Dia akan dilantik pada hari ini, Kamis (10/5) dan bakal menjadi perdana menteri paling tua di dunia.
Meski Mahathir pernah memimpin Malaysia selama 22 tahun, kemenangan oposisi baru terjadi pertama kalinya dalam sejarah negeri itu sejak merdeka 60 tahun lalu. (nat)
Dalam rilisnya Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan bahwa rakyat Malaysia dari semua partai, negara bagian dan seluruh latar belakang terlibat dalam proses pemilu dalam jumlah besar, secara damai dan antusiasme yang tinggi.
Lihat juga:Mahathir Mohamad Terpilih Jadi PM Malaysia |
"Kami sangat berharap semua lembaga akan menjalankan fungsi dan tugas mereka untuk menghasilkan dan menerapkan hasil resmi sesuai dengan konstitusi federal dan kehendak rakyat Malaysia," kata Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat dalam rilisnya, Kamis (10/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski Mahathir pernah memimpin Malaysia selama 22 tahun, kemenangan oposisi baru terjadi pertama kalinya dalam sejarah negeri itu sejak merdeka 60 tahun lalu. (nat)