"Reformasi! Reformasi! Reformasi!" teriak para pendukung mengiringi langkah Anwar menuju rumahnya.
Malaysiakini melaporkan bahwa situasi di halaman rumah Anwar sontak kacau karena para pendukung dan wartawan saling dorong dengan penjaga demi melihat sang pejuang reformasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahathir meminta pengampunan penuh atas Anwar kepada raja, sesuai dengan janji kampanyenya dengan Pakatan Harapan, koalisi bentukan Anwar yang menyokongnya dalam pemilu.
Dengan pengampunan penuh ini, Anwar bukan hanya bebas, tapi juga dapat langsung berpartisipasi dalam politik.
"Kami sudah merencanakan semuanya. Pakatan Harapan ingin pemerintahan di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad berjalan lancar," Wan Azizah setelah menemui Anwar di rumah sakit sehari sebelum pembebasan.
Melanjutkan pernyataannya, Wan Azizah berkata, "Kami ingin pemerintahannya membawa perubahan dan reformasi yang dibutuhkan."
Mahathir sendiri sebelumnya mengatakan bahwa ia akan memerintah selama sekitar dua tahun sebelum menyerahkan takhtanya kepada Anwar dan mengambil peran di balik layar.
Menurut Anwar, kerja sama dengan Mahathir dapat merapatkan barisan oposisi sehingga mereka dapat menggulingkan rezim Barisan Nasional, koalisi yang sudah berkuasa sejak Malaysia merdeka, dalam pemilu pekan lalu.
"Tujuan kami selama ini adalah mendukung agenda reformasi. Selama ada komitmen tulus atas prinsip ini, kami selalu menyambut baik pendukung baru," katanya sebagaimana dikutip The Star. (has)