Mahathir (92) mengatakan "dalam waktu dekat" pemerintah bisa mendakwa Najib Razak, pendahulunya yang dijerat skandal miliaran dolar yayasan 1Malaysia Development Berhad (1MDB).
Koalisi empat partai yang dipimpin Mahathir dan Anwar memenangkan pemilihan umum pekan lalu, menggulingkan koalisi Barisan Nasional untuk pertama kalinya dalam sejarah Malaysia. Mahathir dilantik sebagai perdana menteri pada Kamis, menjadi pemimpin negara tertua yang terpilih secara demokratis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dewan pengampunan Malaysia akan menggelar rapat siang ini untuk membahas pembebasan Anwar dan Mahathir mengatakan ia akan langsung dibebaskan.
Anwar (70) tengah menjalani hukuman penjara lima tahun untuk kedua kalinya karena kasus sodomi. Dia dan para pendukungnya menyebut kasus itu sarat muatan politik.
Ampunan raja akan menghapus vonis Anwar dan memperbolehkannya untuk kembali berpartisipasi di dunia politik. Beberapa bulan terakhir dia dirawat di rumah sakit setelah menjalani operasi bahu.
Namun, keduanya dihadapkan pada perbedaan pendapat terkait formasi kabinet, dan dalam kesempatann ini Mahathir menegaskan bahwa dirinyalah yang berwenang.
"Saya memperkirakan dia akan menjalani peran sebagai pemimpin tiga partai lain. Tidak akan ada kekuasaan khusus yang diberikan selain yang diberikan kepada menteri atau wakil menteri," kata Mahathir. Dia juga mengatakan dirinyalah yang akan menentukan keputusan final terkait pos di kabinet.
The Wall Street Journal mengutip rekaman audio dari Anwar yang menyebut Mahathir mesti diberi waktu untuk mencapai tujuannya.
Reuters tak bisa memverifikasi laporan tersebut.
(aal)