PM Mahathir Rangkap Menteri Pendidikan, Azizah Menteri Wanita

Natalia Santi, CNN Indonesia | Kamis, 17/05/2018 17:46 WIB
PM Mahathir Rangkap Menteri Pendidikan, Azizah Menteri Wanita PM Malaysia Mahathir Mohamad merangkap Menteri Pendidikan, Deputi PM Wan Azizah Wan Ismail merangkap sebagai Menteri Perempuan dan Kesejahteraan. (REUTERS/Lai Seng Sin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengumumkan bahwa dia akan menjadi Menteri Pendidikan , adapun Deputi PM Wan Azizah Wan Ismail merangkap sebagai Menteri Perempuan dan Kesejahteraan.

"Kami akan berusaha mendapatkan 13 menteri untuk dilantik pada Senin jika Istana setuju," kata Mahathir dalam konferensi pers seperti dilansir Channel News Asia, Kamis (17/5).

Mahathir, 92 tahun, adalah Menteri Pendidikan Malaysia pada 1974 sebelum menjadi Deputi PM pada 1976. Saat ditanya mengapa dia ingin mengisi portofolio pendidikan, Mahathir berkelakar, "Karena banyak orang di Malaysia sepertinya tidak berpendidikan."



Pekan lalu, Mahathir meunjuk Lim Guan Eng sebagai Menteri Keuangan, Muhyiddin Yassin sebagai Menteri Dalam Negeri dan Mohamad Sabu sebagai Menteri Pertahanan.

Lim adalah Menteri Keuangan pertama Malaysia dari etnis China selama lebih dari empat dekade terakhir. Meski sebelumnya Malaysia pernah memiliki dua Menkeu keturunan China, posisi itu kemudian dirangkap oleh perdana menteri.

Adapun Anwar Ibrahim, setelah dibebaskan dari penjara akan menjadi anggota Dewan Kepresidenan Pakatan Harapan.

"Dewan Kepresidenan akan memiliki badan yang lebih kecil, enam orang. Kami akan menyertakan Datuk Seri Anwar," kata Mahathir.


"Keenam anggota akan sering bertemu, dan bilamana terdapat isu mereka yang akan bertemu dan mengambil langkah segera," kata Mahathir.

Dia juga mengumumkan bahwa Ketua Komisi Anti-Korupsi Malaysia akan dipimpin mantan Deputi Kepala Komisioner Mohd Shukri Abdull.

Sebuah gugus tugas, meliputi Menteri Pertahanan dan Menteri Dalam Negeri, yang akan mengurusi isu soal komunitas India, perempuan dan masyarakat adat akan dipimpin sendiri oleh Mahathir Mohamad. (nat/nat)