Protes LCS, AS Tak Undang China ke Latihan Maritim Terbesar

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Kamis, 24/05/2018 06:31 WIB
Protes LCS, AS Tak Undang China ke Latihan Maritim Terbesar Ilustrasi RIMPAC. (Dok. Wikimedia/Nick-D)
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat memutuskan untuk tidak mengundang China dalam latihan maritim internasional terbesar pada Juni hingga Juli mendatang karena Beijing terus melakukan provokasi di Laut China Selatan.

"Sebagai respons atas militerisasi China terus-menerus di Laut China Selatan, kami tidak mengundang Angkatan Laut Tentara China (PLA) dari Latihan Tepi Pasifik (RIMPAC)," ujar juru bicara Kementerian Pertahanan AS, Christopher Logan, Rabu (23/5).

Logan tak menjabarkan lebih lanjut tindakan lain yang dapat Pentagon lakukan untuk merespons sikap China di kawasan. Namun, ia menegaskan ada "bukti kuat" bahwa China mengerahkan rudal anti-kapal hingga sistem rudal darat-udara ke Kepulauan Spratly.
Kepulauan Spratly dibangun China di tengah perairan Laut China Selatan yang hingga kini masih disengketakan oleh sejumlah negara. Namun, China selalu berkeras bahwa daerah itu adalah wilayah mereka.


Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, pun mengatakan bahwa, "Keputusan ini adalah langkah yang sangat tidak konstruktif."

Wang kemudian menjelaskan bahwa aktivitas China di LCS merupakan bentuk pertahanan. Ia juga menegaskan bahwa latihan itu "berskala lebih kecil" dari yang dilakukan AS di Hawaii dan Guam.

"Kami harap AS dapat mengubah pola pikir negatif itu," ucap Wang setelah bertemu dengan Menlu AS, Mike Pompeo.
RIMPAC sendiri merupakan latihan maritim internasional terbesar yang digelar dua tahun sekali di Hawaii pada Juni hingga Juli. Sebelumnya, China selalu ikut serta dalam latihan ini.

Abraham Denmark, mantan Wakil Asisten Menhan AS untuk Asia Timur pada masa pemerintahan Barack Obama, mengatakan bahwa tindakan Pentagon kali ini sangat simbolis.

"Bagi saya, ini menunjukkan hubungan berbelok ke kompetisi sengit dan Pentagon melihat pengurangan nilai kerja sama antar-militer dengan China," ucapnya. (has/has)