Aksi Kepahlawanan Imigran Mali Selamatkan Balita di Paris

Natalia Santi, CNN Indonesia | Senin, 28/05/2018 08:10 WIB
Aksi Kepahlawanan Imigran Mali Selamatkan Balita di Paris Ilustrasi Prancis. (REUTERS/Pascal Rossignol)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wali Kota Paris Anne Hidalgo memuji kepahlawanan seorang imigran asal Mali yang menyelamatkan seorang balita yang nyaris terjatuh dari lantai empat sebuah gedung, Minggu (27/5).

Insiden terjadi sekitar pukul 20 waktu setempat, Sabtu (26/5). Seorang bocah berusia empat tahun bergantung di lantai empat sebuah gedung.

Dalam tayangan video, Mamoudou Gassama tanpa pikir panjang langsung memanjat dari satu balkon ke balkon lain di gedung yang terletak sebelah utara Ibu Kota Perancis.


Pria berusia 22 tahun itu langsung disambut suka cita dari orang-orang yang sebelumnya menonton aksi ala Spiderman itu dengan cemas.



"Selamat kepada Mamoudou Gassama atas tindakan beraninya menyelamatkan nyawa seorang anak," kata Wali Kota Hidalgo lewat akun Twitter resminya. Dia pun menyatakan telah menelepon Gassama mengucapkan terima kasih.

Kantor Kepresidenan Prancis pun menyatakan bahwa Gassama diundang ke Istana Kepresidenan Elysee untuk bertemu dengan Presiden Emmanuel Macron, Senin (28/5) pagi.

Wali Kota Hidalgo menyatakan Gassama baru tiba dari Mali beberapa bulan lalu dan berharap bisa tinggal di Prancis.

"Saya menjawab bahwa sikap kepahlawanannya menjadi contoh bagi semua warga dan Kota Paris akan mendukung dia untuk tinggal di Perancis," kata Hidalgo.



Menteri Perancis dan mantan juru bicara pemerintah Christophe Castaner juga menyatakan kekaguman atas aksi Gassama lewat akun Twitternya. Gassama langsung bertindak untuk menyelamatkan nyawa tanpa memilikirkan keselamatan jiwanya sendiri.

Surat kabar Le Parisien melaporkan Gassama sedang berjalan-jalan saat melihat kerumunan orang di depan gedung dan langsung melompat beraksi.

"Saya melakukannya karena dia hanyalah seorang anak," kata surat kabar itu mengutip ucapan Gassama. "Saya memanjat, saya berhasil menyelamatkannya."

Menurut pemeriksaan aparat terkait, kedua orang tua anak tersebut tidak. berada di rumah saat kejadian. Sang ayah diperiksa polisi karena meninggalkan anak tanpa pendamping dan akan disidangkan. Adapun sang ibu sedang tidak berada di Paris. (nat)