Militer AS Klaim Bunuh Puluhan Petinggi Taliban

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Jumat, 01/06/2018 02:06 WIB
Militer AS Klaim Bunuh Puluhan Petinggi Taliban Ilustrasi serangan AS terhadap Taliban di Afghanistan. (REUTERS/Goran Tomasevic)
Jakarta, CNN Indonesia -- Militer Amerika Serikat menyatakan pasukannya membunuh "puluhan" petinggi Taliban ketika membombardir perkumpulan para komandan pemberontak di Afghanistan pada 24 Mei.

Para pejabat militer mengatakan serangan itu dilakukan setelah aset intelijennya memantau sejumlah komandan Taliban meninggalkan Farah. Dalam insiden di kota tersebut, Taliban sempat menembus blokade polisi sebelum akhirnya diusir pasukan Amerika dan Afghanistan.

Komandan AS dan NATO di negara tersebut, Jenderal John Nicholson, mengatakan para pemimpin Taliban yang mundur dari lokasi tersebut terpantau menggelar rapat dengan petinggi lain di Musa Qala, Helmand, daerah kekuasaan Taliban.


Nicholson mengatakan pemberontak dengan pangkat tertinggi yang tewas dalam serangan itu adalah wakil gubernur bayangan Helmand.
"Di sana ada sekelompok komandan, menggelar rapat termasuk untuk membahas operasi di Farah yang diikuti sebagian besar di antara mereka," kata Nicholson sebagaimana dikutip CNN, Kamis (31/5).

Dia mengatakan Marinir AS "melacak 50 dari mereka menuju rapat di Musa Qala dan menghantam mereka dengan roket HIMARS (Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi), menewaskan puluhan pemimpin musuh.

"Di antara korban yang jumlahnya lebih dari 50 orang itu adalah wakil gubernur bayangan Helmand, sejumlah gubernur distrik Taliban, komandan intelijen dan petinggi kunci tingkat provonsi dari Kandahar, Kunduz, Herat, Farah, Uruzgan dan Helmand," bunyi pernyataan militer.

Marinir AS di Afghanistan berbasis di Provinsi Helmand, di mana mereka memandu dan membantu pasukan Afghanistan yang berperang melawan pemberontak.
Nicholson mengatakan serangan besar di Farah dilakukan Taliban untuk mengalihkan perhatian dari kekalahannya di Helmand. Wilayah itu disebut jadi sumber pemasukan kelompok tersebut karena menjadi lokasi peredaran narkotik.

Dia juga mengatakan fokus utama upaya bantuan untuk Afghanistan kini diarahkan untuk peningkatan pertahanan Ibu Kota Kabul, di mana lima juta warga setempat tinggal.

(aal)