Imigrasi RI Akui Tangguhkan Beberapa Visa Israel

Natalia Santi, CNN Indonesia | Jumat, 01/06/2018 14:01 WIB
Imigrasi RI Akui Tangguhkan Beberapa Visa Israel Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pihak Imigrasi mengakui ada beberapa warga Israel yang permohonan visanya ditangguhkan beberapa waktu lalu. Beberapa warga Israel itu meminta visa kunjungan wisata ke Surabaya.

Kepala Humas Direktorat Jenderal Imigrasi Agung Sampurno menyatakan pemberian/penerbitan atau penolakan/tidak menerbitkan visa adalah hak setiap negara dan merupakan prosedur yang lazim dilakukan di seluruh dunia.

Meski Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, pemberian visa masih dimungkinkan dengan mekanisme yang lain. Yakni dengan calling visa. Pemberian/penerbitan atau penolakan/tidak menerbitkan visa diputuskan lewat sebuah tim penilaian yakni tim clearance.



Rapat Tim clearance bagi visa negara-negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik itu tidak dilakukan setiap hari.  Saat tim memutuskan untuk menangguhkan visa bagi warga Israel tersebut, kondisi keamanan di Surabaya tidak kondusif karena baru saja terjadi beberapa serangan bom bunuh diri.

"Permohonan visa sudah lama, tapi baru dibahas tim clearance waktu itu. Diputuskan untuk ditangguhkan dengan alasan keamanan," kata Agung via telepon kepada CNNIndonesia.com, Kamis (31/5).

Dia menegaskan kewenangan untuk memberikan visa atau tidak merupakan kewenangan tiap negara yang tidak dapat diganggu gugat. Agung memberi contoh dirinya sendiri yang baru-baru ini, sempat hampir tidak mendapatkan visa untuk berkunjung ke Amerika Serikat, padahal diundang untuk menghadiri acara imigrasi di negeri Paman Sam tersebut.

Lalu ada pula Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang juga dilarang masuk Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Lalu Ustad Somad yang dilarang masuk ke Hong Kong.



"Sama halnya kalau pun pemerintah Israel membuat kebijakan seperti ini, suka-suka dia," kata Agung sambil menambahkan bahwa Indonesia pun juga melakukan hal yang sama.

Tahun lalu, 900 permohonan visa ke Indonesia ditolak. Angka tersebut adalah jumlah yang tercatat di bandara, belum terhitung mereka yang ditolak visanya di 130 perwakilan Indonesia di luar negeri.

"Setiap hari ada orang mengajukan permohonan visa, tiap hari pula ada yang ditolak," kata dia menegaskan bahwa penerbitan atau penolakan visa adalah masalah sehari-hari keimigrasian. (nat)