FOTO: Darah dan Air Mata saat Hari Yerusalem

Reuters, CNN Indonesia | Sabtu, 09/06/2018 17:30 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Setidaknya tiga orang meninggal dan lebih dari 300 orang luka dalam peringatan Hari Yerusalem atau Hari Alquds, Jumat (8/6) kemarin.

Perayaan Hari Yerusalem yang diperingati setiap pertengahan Juni, kali ini ricuh. Setidaknya tiga orang ditembak meninggal dan 386 lainnya terluka. (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)
Hari Yerusalem sendiri, yang dikenal juga sebagai Hari Alquds, merupakan hari libur nasional untuk mengenang reunifikasi Yerusalem setelah perang enam hari pada 1967. (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)
Biasanya pada hari itu masyarakat merayakannya selayaknya hari keagamaan. Namun Jumat (8/6) kemarin, 10 ribu orang berkumpul, mengibarkan bendera, membakar ban serta melempar batu kepada pasukan pertahanan Israel yang berjaga. (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)
Tak ayal, gas air mata pun ditembakkan. Bentrok pun terjadi. Sampai ada yang tewas. (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)
Foto seorang pria menggapai tenggorokannya dan berjuang untuk bernapas di tengah serangan gas air mata pun tersebar luas di media sosial Palestina. (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)
Bentrokan itu terjadi lantaran kini masih ramai konflik Palestina dan Israel. Apalagi belakangan ini tentara Israel menembaki warga Palestina dan menimbulkan kemarahan. Dua bulan lalu, bentrokan paling berdarah di Israel sejak 2014 pun terjadi. (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)
Saat itu, setidaknya 125 orang meninggal dan 13 ribu luka-luka. Israel berdalih, pelepasan tembakan dibenarkan karena demonstran Palestina saat itu adalah ‘perisai manusia’ yang digunakan militan Hamas yang membuat warga Palestina menerobos perbatasan. (REUTERS/Mohammed Salem)
Sementara itu, Palestina menyebut protes itu adalah suara lantang atas penderitaan di jalur Gaza yang mereka terima selama lebih dari satu dekade. Apalagi kemudian, Palestina dan Israel memanas karena AS memutuskan akan memindahkan gedung kedutaannya ke Yerusalem. (REUTERS/Mohammed Salem)
Namun Presiden AS Donald Trump ikut mengecam kekerasan yang dilakukan Israel. Dalam Hari Yerusalem kemarin, patung Trump dan bendera Israel pun ikut dibakar. (REUTERS/Mohammed Salem)