Demonstran dan Aparat Kashmir Bentrok Seusai Salat Idul Fitri

Natalia Santi, CNN Indonesia | Minggu, 17/06/2018 18:53 WIB
Demonstran dan Aparat Kashmir Bentrok Seusai Salat Idul Fitri Satu tewas dan 16 luka-luka dalam bentrokan antara tentara India dan demonstran di Kashmir seusai salat Idul Fitri 2018. (REUTERS/Danish Ismail)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang demonstran tewas dan 16 lainnya luka-luka akibat bentrokan dengan aparat keamanan India dalam aksi protes seusai Salat Idul Fitri 2018 di wilayah utara Kashmir, Sabtu (16/6).

Majid Mehrab, dokter Rumah Sakit Distrik Anantnag tempat para korban dirawat memastikan kematian seorang warga sipil berusia 20 tahun yang diidentifikasi sebagai Sheeraz Ahmad.

"Mendiang menderita luka akibat terkena butiran peluru pelet di tenggorokan dan kepalanya, nyawanya tidak tertolong," kata Mehrab kepada media setempat seperti dilansir kantor berita Turki, Anadolu.



Namun dalam pernyataannya, polisi mengklaim bahwa pemuda tersebut tewas terkena serpihan granat. Pemuda itu merupakan warga sipil kedua yang tewas di Kashmir dalam 24 jam terakhir.

Jumat (15/6), Waqas Ahmad, 24 tahun tewas dan istrinya, Ruqaya Bano luka-luka oleh tentara India di wilayah Nowpora, Distrik Pulwama.

[Gambas:Youtube]

"Personel angkatan bersenjata terpaksa menembak ke udara saat massa yang menolak perintah verbal untuk membubarkan diri," kata juru bicara militer India, Rajesh Kalia.


Kashmir, wilayah Himalaya dengan mayoritas beragama Muslim terbagi menjadi wilayah yang diperintah India dan Pakistan. Baik India maupun Pakistan mengklaim wilayah itu secara utuh. Ada pula sebagian kecil Kashmir yang menjadi wilayah China.

Sejak dibagi-bagi pada 1947, India dan Pakistan bertempur tiga kali yakni 1948, 1965 dan 1971. Dua perang di antaranya memperebutkan Kashmir.

Pertempuran juga kerap meletus antara India dan Pakistan di daerah glasier Siachen di wilayah utara Kashmir sejak 1984. Gencatan senjata di wilayah itu mulai berlaku pada 2003.

[Gambas:Video CNN]

Beberapa kelompok di Jammu dan Kashmir juga berjuang melwan India untuk merdeka atau bersatu dengan negara tetangganya Pakistan. Beberapa organisasi hak-hak asasi manusia (HAM) menyebut ribuan orang tewas dalam konflik di wilayah itu sejak 1989.

(nat)