Menurut laporan kepolisian setempat, ledakan hari ini ini sedikitnya menewaskan 10 orang dan melukai 30 korban lainnya. Namun belum ada yang mengaku bertanggungjawab atas kejadian tersebut.
Pada Sabtu (16/6) kemarin, kelompok teror ISIS mengklaim bahwa ledakan bom mobil yang menewaskan sedikitnya 36 orang di Nangarhar pada hari yang sama adalah ulah mereka.
Media milik ISIS Amaq mengungkapkan hal tersebut tak lama setelah ledakan terjadi. Pihaknya menyatakan bom itu menarget pertemuan pasukan Afghanistan, tapi tidak memberikan detail lebih lanjut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diberitakan, sebuah bom mobil meledak di sebuah pertemuan antara pasukan bersenjata Taliban dan Afghanistan di Nangarhar. Padahal, tentara dan gerilyawan di negara itu tengah merayakan gencatan senjata Idul Fitri yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Baik pemerintah Afghanistan maupun kelompok Taliban telah menyatakan tidak akan memperpanjang gencatan senjata yang akan berakhir pada Rabu (20/6) itu.
Lihat juga:ISIS Klaim Ledakkan Bom Mobil di Afghanistan |
(agn/vws)