Keputusan ini tercapai setelah Erdogan bertemu dengan Devlet Bahceli, pemimpin partai koalisi pemerintahan, MHP, pada Rabu (27/6).
"Dalam pembicaraan, tercapai kesepakatan untuk tidak memperpanjang status darurat militer," demikian pemberitaan harian Sabah, sebagaimana dikutip Reuters, Kamis (28/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemenangan Erdogan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pemerhati hak asasi manusia karena presiden Turki tersebut kerap menghalalkan segala cara untuk membungkam pengkritik.
Status darurat ini pun dianggap sebagai salah satu cara Erdogan untuk membungkam kritik. Sejak status itu dicanangkan, Erdogan menangkap ribuan penentang. (has/has)