Mahathir, Sukarno Kecil Karib Soeharto dengan Doa buat Jokowi

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Jumat, 29/06/2018 12:57 WIB
Mahathir, Sukarno Kecil Karib Soeharto dengan Doa buat Jokowi Menjadi pemimpin terlama Malaysia, Mahathir Mohamad banyak berkaca pada Indonesia. Karib Soeharto ini dijuluki Sukarno Kecil yang kini mengagumi Joko Widodo. (Reuters/Lai Seng Sin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Medio 1967, politik Indonesia bergolak ketika Soeharto menggulingkan Sukarno. Dari kejauhan, seorang anggota parlemen Malaysia memperhatikan setiap langkah sang jenderal setelah merebut takhta dari proklamator kemerdekaan Indonesia itu.

"Sebelum saya bertemu langsung dengan Presiden Soeharto, saya selalu mengikuti perkembangan dari berbagai kebijakan yang dijalankan oleh pemerintahan beliau. Saya merencanakan apabila nanti diangkat menjadi perdana menteri, maka kunjungan luar negeri saya yang pertama kali adalah kepada Presiden Soeharto."

Demikian guratan tangan Mahathir Mohamad dalam buku Pak Harto, The Untold Stories. Harapan itu akhirnya terwujud ketika Mahathir mengambil alih jabatan Perdana Menteri Malaysia dari tangan Hussein On pada 1981.
Pertemuan pertama itu pun menorehkan kesan mendalam bagi Mahathir. Ia ingat betul kala Soeharto menyambutnya dengan upacara kehormatan hingga diantarkan langsung ke kamar tamu di Istana Negara.


"Saya melihat setiap ucapan dan tindakan yang dilakukan Pak Harto benar-benar menunjukkan kualitasnya sebagai seorang pemimpin. Walaupun Pak Harto memiliki latar belakang sebagai tentara, ia tidak menunjukkan sikap yang sombong dan kalimat-kalimat yang keras. Bahasanya juga baik sekali," tulis Mahathir.

Kedua pemimpin terlama di masing-masing negara ini pun menjalin hubungan yang dekat. Menurut Mahathir, mereka sudah seperti sahabat. Kepada CNN Indonesia.com dua tahun lalu, Mahathir pun menuturkan kembali kekagumannya kepada Soeharto.

"Saya biasa dengan dia. Setelah menjadi Perdana Menteri, saya beberapa kali bertemu dengannya. Kita ada perbincangan antara sahabat. Dekat," tutur Mahathir sambil tersenyum.
Mahathir, Sukarno Kecil Karib Soeharto dengan Doa buat JokowiMahathir mengaku sudah menganggap Soeharto sebagai sahabat. (Reuters)
Matanya menerawang ke arah jendela tempat kerjanya di Putrajaya, Malaysia, mengenang kekagumannya akan cara Soeharto memimpin dan mengubah Indonesia menjadi negara besar.

"Saya menghormati Bapak Soeharto karena dia mengubah Indonesia dari negara yang mempunyai banyak masalah di zaman Sukarno. Dia dapat menguatkan perpaduan di kalangan banyak suku di Indonesia. Ini bukan suatu negara yang mudah diperintah, tapi setelah Soeharto mengambil alih, Indonesia tidak terpecah," katanya.

Kendati demikian, Mahathir juga tidak menutup mata terhadap berbagai kesalahan dalam masa pemerintahan Soeharto. Namun, ia menganggap itu merupakan hal wajar.

"Ada masalah sedikit di Aceh, tapi umumnya dia berhasil mengganti citra Indonesia menjadi lebih maju. Ya, memang ada hal yang tak benar dilakukan. Di mana-mana pemimpin juga begitu," katanya sambil sesekali mengangguk kemudian melipat tangannya.

Kedekatan Soeharto dan Mahathir sebenarnya sudah melampaui urusan politik. Tokoh yang akrab disapa Dr. M ini beberapa kali berkunjung ke Indonesia hanya untuk berjumpa dan bercengkrama dengan Soeharto.

"Saya ingat makan makanan yang disukai oleh Pak Harto adalah gudeg. Di Yogyakarta. Sedap juga," ucapnya sambil menyunggingkan senyum, menegaskan setiap kerut di pria yang sudah menjalani hidup selama sembilan dekade ini.
Meski memuja Soeharto, Mahathir justru sering kali disandingkan dengan Sukarno karena sangat mengutamakan kekuatan dalam negeri, menolak bantuan asing.

Begitu melekat kesan Sukarno dalam diri Mahathir, ia sampai-sampai disebut "Sukarno Kecil." Mahathir sendiri tak terlalu ambil pusing akan julukan ini.

Dalam beberapa kesempatan, Mahathir bahkan mengaku mengagumi Sukarno sebagai bapak bangsa yang mempersatukan begitu banyak kubu saat kemerdekaan.

"Sukarno adalah orang yang hebat. Dia adalah sosok yang sukses karena telah berjuang sangat lama untuk kemerdekaan Indonesia. Perjuangan Sukarno tidak mudah. Ia harus menyatukan seratus juta lebih masyarakat dari 17 ribu pulau yang ada di Indonesia, saat itu," tutur Mahathir saat berkunjung ke Jakarta.

Keluarga Sukarno juga menyimpan kekaguman pada Mahathir. Putri Sukarno yang kemudian menjadi presiden kelima RI, Megawati Sukarnoputri, bahkan menyebut saat Mahathir berkuasa adalah masa keemasan hubungan Indonesia dan Malaysia.
Mahathir, Sukarno Kecil Karib Soeharto dengan Doa buat JokowiPutri Sukarno, Megawati Sukarnoputri, terus menjalin hubungan baik dengan Mahathir meski sama-sama sudah tak menjabat sebagai pemimpin negara. (Reuters)
Setelah sama-sama tak menjabat, pemimpin Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu pun masih terus menjalin hubungan baik dengan Mahathir.

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, mengenang kembali pertemuan terakhir Megawati dengan Mahathir pada 14 April 2014.

"Saat itu, Ibu Megawati bersama Pak Jokowi dan Mbak Puan menerima kunjungan kehormatan Bapak Mahathir di kediaman beliau, di Teuku Umar. Pada saat itu, Pak Mahathir mendoakan Bapak Jokowi agar dapat memenangkan pemilu presiden," kenang Hasto.

Beberapa bulan setelah itu, doa Mahathir terwujud. Jokowi menang pemilu dan resmi dilantik menjadi Presiden Indonesia.

Empat tahun berselang, Mahathir juga kembali menjabat sebagai PM Malaysia setelah memenangi pemilihan umum bersejarah pada Mei lalu.
Mahathir, Sukarno Kecil Karib Soeharto dengan Doa buat JokowiMahathir menaruh kekaguman pada Joko Widodo melihat pembangunan pesat di Indonesia. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Menyambut kemenangan Mahathir, Jokowi berkata, "Sebagai negara serumpun saya percaya di bawah kepemimpinan Bapak Mahathir, hubungan antarkedua bangsa akan terus meningkat."

Hari ini, Jumat (29/6), Mahathir dan Jokowi pun dijadwalkan bertemu di Istana Negara Bogor untuk mempererat hubungan kedua negara, terutama dalam bidang ekonomi.

Sebelumnya, Mahathir sendiri sudah menaruh kekaguman pada Jokowi melihat pembangunan yang pesat di Indonesia.

"Presiden Joko Widodo luar biasa," katanya. (has/has)