Albayrak Menantu Erdogan, PM Bayangan Kini Menteri Keuangan

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 10/07/2018 08:22 WIB
Albayrak Menantu Erdogan, PM Bayangan Kini Menteri Keuangan Berat Albayrak (kanan) saat meneken kesepakatan pembangunan pipa gas sebagai tanda rekonsiliasi dengan Rusia. (REUTERS/Osman Orsal)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu nama yang paling menonjol dalam jajaran kabinet baru Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan adalah Berat Albayrat.

Suami putri sulung Erdogan, Esra, tersebut melesat bagai bintang ke jajaran politik papan atas Turki di usianya di usianya yang 40 tahun.

Albayrak diserahi jabatan kunci, Menteri Energi pada November 2015 setelah memenangkan kursi di Parlemen pada Juni tahun yang sama.


Sebagai Menteri Keuangan, Albayrak mendapat tantangan untuk mengelola perekonomian Turki yang tumbuh dengan cepat namun tidak seimbang. Dia juga harus dapat memenangkan kepercayaan pasar.


Kritik terhadap dia menyatakan penunjukkan Albayrak sebagai Menteri Keuangan menegaskan tudingan nepotisme dan favotisme yang telah lama diarahkan kepada keluarga Erdogan.

Meski begitu, para pengamat yang dekat dengan pemerintah menggambarkan Albayrak sebagai salah satu tokoh yang paling cakap di pemerintahan. Dia cepat menguasai masalah dan mengesankan kolega asingnya dengan penguasaan bahasa Inggris yang sempurna.

Namun dia kerap disebut hanya sebagai 'damat', atau menantu laki-laki.

Kedekatan Albayrak dengan Erdogan tampak saat dia berlibur dengan Presiden dan keluarga dekat di Marmaris, kawasan wisata di selatan Turki, saat kudeta berlangsung pada 15 Juli 2016.


Dia juga yang menemani Erdogan kembali ke Istanbul, duduk di sebelahnya selama konferensi pers yang memukul balik perlawanan kudeta militer kala itu.

Dalam pertemuan dengan jurnalis asing sepekan setelahnya, Albayrak mengungkapkan bahwa upaya kudeta itu diketahui Presiden secara mengejutkan.

"Kami menerima pemberitahuan pertama lewat sebuah telepon dari seorang warga sipil di Istanbul, Anda tidak bisa merasionalisasi sesuatu hanya dengan satu panggilan telepon," katanya.

Namun, situasinya menjadi jelas setelah Erdogan tidak dapat menghubungi tokoh-tokoh penting seperti Kepala Staf Angkatan Bersenjata, Hulusi Akar, yang kini ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan.


Begitu pentingnya posisi Albayrak, Kepala Partai Oposisi Partai Rakyat Republik (CHP) menyebut dia sebagai 'perdana menteri bayangan'.

Di puncak krisis dengan Rusia setelah Turki menembak jatuh pesawat tempur Sukhoi pada November 2015, Moskow terang-terangan menudh Albayrak dan Erdogan terlibat penyelundupan minyak ilegal di Suriah. Tudingan itu dibantah Erdogan dan pejabat Turki.

Albayrak-lah yang menandatangani perjanjian pembangunan saluran pipa gas Rusia ke Turki pada Oktober 2016, simbol rekonsiliasi kedua negara.

Albayrak juga yang mengadakan pertemuan penting pertama dengan menteri Israel, Yuval Steinitz, setelah kesepakatan normalisasi hubungan Israel-Turki.

percobaan kudeta di TurkiFoto: Reuters/Tumay Berkin
Percobaan kudeta di Turki


Dia juga kerap menemani Erdogan dalam perjalanan ke luar negeri serta bertemu dengan para pemimpin dunia seperti Presiden Rusia Vladimir Putin.

Hingga akhir 2013, Albayrak adalah CEO Calik Holding, konglomerat di bidang tekstil, energi dan media. Dia juga pemilik harian pro-pemerintah Sabah, serta stasiun televisi A-Haber.

Diam-diam dia memiliki gelar master dari Universitas Pace, New York, dan meraih gelar doktor dengan tesis tentang 'pembiayaan energi terbarukan.'

Sebelum menjadi menteri, Albayrak menulis kolom untuk surat kabar Sabah secara teratur.

Erdogan dianggap sangat dekat dengan keluarga Albayrak. Khususnya dengan ayah Albayrak, Sadik. Selain Albayrak, pengamat juga mengamati karier menantu kedua Erdogan, Selcuk Bayraktar yang mengawini putri bungsu Presiden, Sumeyye pada 2016. Dia adalah CEO perusahaan pembuat pesawat tanpa awak pertama di Turki. (nat)