Turki Soroti Pemberitaan Israel soal Penangkapan Harun Yahya

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 12/07/2018 10:36 WIB
Turki Soroti Pemberitaan Israel soal Penangkapan Harun Yahya Kantor berita Turki menyoroti pemberitaan Israel soal penangkapan Adnan Oktar alias Harun Yahya, yang disebut dekat dengan rabi dan petinggi Israel. (REUTERS/Murad Sezer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kantor berita Turki Anadolu menyorot pemberitaan media Israel tentang penangkapan Adnan Oktar alias Harun Yahya oleh Kepolisian Istanbul, Rabu (11/9).

Media Israel rata-rata memberitakan penangkapan pemimpin kultus feminisme Islam atau Islam kreasi itu lantaran kedekatannya dengan Israel. Meski Oktar juga dikenal dengan ajarannya yang anti-Yahudi, seperti tertulis dalam salah satu bukunya, 'Yahudilik ve Masonluk'.

Pada buku yang ditulis pada 1986 itu, Oktar menyatakan bahwa misi utama Yahudi dan Freemasonry di Turki adalah mengikis nilai spiritual dan moral bangsa Turki, serta menjadikan mereka seperti hewan. Oktar menyebut hal itu didasarkan atas hukum Taurat yang diselewengkan.



Akibat buku itu, Oktar aka Harun Yahya dijebloskan ke dalam penjara, meski tak pernah mendapat dakwaan resmi. Dia lalu dipindahkan ke Rumah Sakit Jiwa, sebelum akhirnya dibebaskan 10 bulan kemudian.

Haaretz, salah satu media terkemuka di Israel, menulis kisah penangkapan tersebut menjadi berita utama, "Pemimpin Kultus Islam Turki, yang Memiliki Harem 'Anak Kucing', Ditahan Polisi.".

Media tersebut mengungkap bahwa Oktar aka Harun Yahya, bersama 200 pengikutnya ditangkap dalam sebuah operasi. Disebutkan pula, Oktar didakwa karena mendirikan geng kriminal, penggelapan dan pelecehan seksual.


Dalam wawancara dengan Haaretz pada 2018, Adnan Oktar menyatakan bahwa dia punya teman-teman baik di Israel, penganut Yahudi yang taat. "Saya punya teman-teman baik di Israel penganut Yahudi yang taat. Saya menyayangi mereka karena mereka sangat relijius," kata Oktar seperti dikutip Anadolu.

Jerusalem Post mengangkat tulisan berjudul "Inikah akhir dari Adnan Oktar dan teman-temannya di Israel?"

Media itu menggaris bawahi bahwa Adnan Oktar, pada 2012-2018 menulis puluhan artikel buat Jerusalem Post. Surat kabar tersebut menarik perhatian pada pertemuan Oktar aka Harun Yahya dengan banyak rabi dan politisi Israel. Khususnya pada 2013, ketika dia berkumpul dengan beberapa anggota Parlemen Israel.


Adapun Times of Israel, menyatakan Oktar menulis buku anti-Semit yang membantah pembantaian Yahudi dalam holocaust. Namun belakangan dia membantah pandangan tersebut.

Times of Israel menekankan bahwa Oktar alias Harun Yahya memiliki hubungan dekat dengan beberapa pejabat tinggi di Israel. Dia juga mengundang beberapa tokoh Israel di saluran televisinya, A9. Dia juga menyatakan dukungan bagi warga Israel untuk menggelar upacara keagamaan di Masjid Al Aqsha.

Adapun Jewish Press juga mengangkat kisah penangkapan tersebut dengan judul, "Polisi Turki Menangkap Pemimpin Muslim pro-Israel Adnan Oktar" sebagai berita utama.


Media tersebut juga menekankan kedekatan Oktar dengan beberapa rabi atau pendeta Yahudi.

Adnan Oktar dan 'geng'-nya dituduh melakukan tindakan kejahatan seperti mendirikan organisasi kriminal, pelecehan seksual anak, hubungan seksual dengan anak di bawah umur, penculikan, penggelapan pajak, dan melanggar undang-undang anti-terorisme. Dikabarkan dari 235-an pengikutnya yang diburu, 166 di antaranya telah ditangkap, 100 di antaranya perempuan. (nat)