Tangisan Keluarga Temui Remaja yang Selamat dari Gua Thailand

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Kamis, 12/07/2018 14:06 WIB
Tangisan Keluarga Temui Remaja yang Selamat dari Gua Thailand Remaja yang terjebak di gua Thailand kini dalam perawatan di Rumah Sakit Chiang Rai. ( Government Public Relations Department (PRD) and Government Spokesman Bureau/Handout via REUTERS TV)
Jakarta, CNN Indonesia -- Isak tangis mewarnai pertemuan keluarga dengan remaja yang selamat dari Gua Tham Luang, Thailand. Masih terbaring di ranjang dengan gaun rumah sakit dan wajah tertutup masker, 12 remaja Thailand melambaikan tangan kepada orang tua mereka di seberang ruangan yang dibatasi kaca, Kamis (12/7).

Anak-anak berusia antara 11-16 tahun itu untuk pertama kalinya melihat keluarga mereka lagi setelah hampir tiga minggu terperangkap di kegelapan Gua Tham Luang, Chiang Rai. Belasan anak-anak tersebut merupakan pemain sepakbola tim lokal Wild Boars.

Bersama seorang pelatih, Ekkapol Ake Chantawong (25), anak-anak itu terjebak di gua berkedalaman 600 meter di bawah permukaan tanah sejak 23 Juni lalu.



Dalam sebuah video yang dipublikasikan, beberapa orang tua para remaja menangis bahagia karena bisa melihat anak-anaknya tersenyum lagi meski belum bisa memeluk mereka secara langsung.

"Saya mulai menangis dan orang-orang pun ikut menangis. Saya ingin berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyelamatkan anak laki-laki saya dan menolangnya memulai lembaran baru. Rasanya seperti dilahirkan kembali," kata Tanawat Viboonrungruang, orang tua Titun (11), salah satu anak yang terperangkap di gua.

Kepada CNN, Tanawat mengatakan perasaannya sangat lega melihat anaknya "masih sehat".

Tangisan Keluarga Temui Remaja yang Selamat dari Gua ThailandFoto: REUTERS/Athit Perawongmetha


"Saya hanya ingin memeluknya," kata Tanawat yang hanya bisa melihat Titun dari kaca.

Perasaan bahagia tak hanya menyelimuti para orang tua. Warga Thailand juga turut mengungkapkan kebahagian mereka melihat anak-anak itu berhasil keluar dari gua dengan selamat.

Ratusan siswa sekolah yang terletak di sebrang rumah sakit bersorak-sorai memberikan semangat dan doa agar para remaja tersebut segera pulih.

"Terus semangat Wild Boars!" sorak para anak-anak sekolah tersebut.


Dokter penanggung jawab, Chaiyawej Thanapaisarn, mengatakan masih belum mengizinkan anggota keluarga bertemu para remaha tersebut secara langsung sampai proses pemulihan selesai. Hal itu dilakukan demi mencegah risiko infeksi dan penularan penyakit lainnya.

Thanapaisarn mengatakan tiga dari remaja tersebut menderita penyakit minor pneumonia. Namun, ia memprediksi anak-anak tersebut bisa pulang pekan depan.

"Meski begitu, proses pemulihan mereka bisa memakan waktu 30 hari setelah keluar dari rumah sakit," kata Thanapaisarn.

Tak hanya komunitas internasional, berita penyelamatan 12 remaja ini turut menyita perhatian dunia sepakbola.



Klub Manchaster United mengungkapkan kebahagiaan mereka setelah mendengar seluruh anggota Wild Boars bersama sang pelatih keluar dengan selamat.

Red Devils bahkan mengundang anak-anak dan sang pelatih untuk menyaksikan pertandingan secara langsung di Stadion Old Trafford di musim mendatang.

"#MUFC merasa lega mengetahui 12 pemain dan pelatih mereka yang terperangkap dalam gua di Thailand telah selamat. Doa kami untuk mereka semua," kicau akun Twitter resmi Manchaster United.

(nat)