Duka Istri Penyelam yang Tewas Demi Remaja di Gua Thailand

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Kamis, 12/07/2018 20:40 WIB
Duka Istri Penyelam yang Tewas Demi Remaja di Gua Thailand Istrai penyelam penyelamat yang tewas harus menahan duka di saat publik tengah meluapkan kebahagiaan menyambut 12 remaja Thailand yang berhasil keluar dari gua. (Reuters/Athit Perawongmetha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang istri harus menahan duka di saat orang-orang tengah meluapkan kebahagiaan menyambut 12 remaja Thailand yang berhasil keluar dari Gua Tham Luang setelah dua pekan terperangkap.

Valeepoan Kunan mengaku sangat merindukan sosok suaminya, Saman Kunan, yang tewas pada Jumat pekan lalu saat menjalankan misi penyelamatan belasan remaja tim sepak bola lokal Wild Boars tersebut.

"Saya sangat mencintaimu. Saya sangat merindukanmu," tulis Valeepoan dalam salah satu foto suaminya yang diunggah di Instagram pribadi.


"Saya mencintaimu seperti kamu adalah hati saya. Mulai sekarang saat saya terbangun dari tidur, siapa yang akan saya cium?"

[Gambas:Instagram]

Dilansir Reuters, Saman merupakan mantan anggota angkatan laut SEAL Thailand. Dia menjadi salah satu relawan yang ikut membantu misi penyelamatan anak-anak dari gua.

Pria 38 tahun itu tewas karena kehabisan oksigen saat menyelami gua pada Jumat (6/7) dini hari untuk memberikan sejumlah tabung oksigen bagi para remaja yang tersudut di kedalaman 600 meter di bawah tanah.

Saat itu kondisi sebagian gua terendam banjir setelah hujan deras mengguyur Thailand dalam beberapa hari terakhir.

Dalam misinya, Saman berhasil mencapai lokasi anak-anak berada dan memberikan tabung oksigen yang ia bawa. Nahasnya, dia kehabisan oksigen saat dalam perjalanan kembali ke permukaan tanah.
Rekan-rekan penyelam lain di lapangan berupaya memberikan pertolongan pertama bagi Saman, namun dia tak berhasil selamat.

Saman menjadi satu-satunya korban tewas dalam tragedi tersebut.

Semalam sebelum menjalankan misi heroiknya, ia sempat bercerita mengenai kegembiraannya untuk bergabung dalam operasi penyelamatan tersebut.

"Semoga keberuntungan ada di pihak kita dan mari kita bawa anak-anak itu pulang ke rumah," kata Saman dalam sebuah rekaman video.
Tak hanya orang tua tim Wild Boars, komunitas internasional hingga warganet turut mengungkapkan duka cita atas kepergian Saman. Sebagian pihak menganggap Saman sebagai salah satu pahlawan yang tidak boleh dilupakan.

"Hati kami bersama Anda dan keluarga di masa sulit ini. Suami Anda sangat berani. Dunia tidak akan melupakan kebaikannya dan seluruh hal yang dilakukan untuk menyelamatkan belasan remaja tersebut," salah satu netizen memberikan komentar di akun Valeepoan.

Seorang seniman Thailand berjanji akan membuatkan patung berparas Saman sebagai tanda jasanya. Patung tersebut rencananya akan diletakkan di Provinsi Chiang Rai.

Ketua misi penyelamatan, Narongsak Osottanakorn, juga mengatakan dunia harus mengenang Saman.

"Saman Kunan adalah pahlawan sesungguhnya. Di hari beliau meninggal, seluruh tim sangat merasa kehilangan. Kami melihat dia memberikan hidupnya untuk misi penyelamatan ini," kata Narongsak. (has/has)