Media pemerintah dikutip CNN melaporkan tentara Suriah memasuki kota Dara'a pada Kamis (12/7).
Selain itu, anggota kelompok bersenjata yang menyetujui kesepakatan itu diperbolehkan untuk tetap tinggal di kawasan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentara pun kembali mengibarkan bendera Suriah di Dara'a, lokasi di mana coretan dinding menghina Presiden Bashar al-Assad memicu pemberontakan yang kemudian berubah jadi perang Suriah.
Gambar para pemimpin kuat Arab seperti Hosni Mubarak dan Ben Ali memicu seseorang mencoret tembok dengan tulisan: 'sekarang giliranmu, Doktor', merujuk ke Assad.
Para pejabat kota tak bisa menemukan pelaku pencoretan itu. Menurut laporan CNN, anak-anak remaja itu ditahan, dipukuli, dicabut kukunya, dan disiksa selama berminggu-minggu agar mengaku bersalah.
Saat mereka ditahan, kota memberontak, menggelar protes setiap hari dan dan meminta Assad menekan polisi setempat untuk membebaskannya.
Tujuh tahun berlalu, jutaan warga Suriah terusir dan ratusan ribu tewas. Serangan terakhir ke Dara'a tampaknya akan jadi akhir perang, saat pasukan Suriah dan Rusia juga mengakhiri serbuan besar yang diluncurkan bulan lalu.
(aal)