AS dan Korut Sepakat Cari 5.300 Tentara AS Eks-Perang Korea

Natalia Santi, CNN Indonesia | Senin, 16/07/2018 13:09 WIB
AS dan Korut Sepakat Cari 5.300 Tentara AS Eks-Perang Korea Menlu AS Mike Pompeo umumkan kesepakatan pencarian bersama 5.300 jasad tentara AS yang hilang saat Perang Korea. (Drew Angerer/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat dan Korea Utara sepakat untuk mencari jazad 5.300 tentara AS yang hilang saat Perang Korea. Kesepakatan itu diumumkan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, Minggu (15/7).

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert menyatakan Amerika Serikat dan Korut akan bersama-sama terlibat dalam operasi pencarian jasad tentara yang hingga kini belum diketahui lokasinya. Namun belum diketahui kapan operasi itu akan dimulai.

Program bersama AS-Korut untuk mencari jasad tentara AS saat Perang Korea telah dimulai sejak 1996, namun dihentikan pada 2005 di tengah meningkatnya ketegangan akibat ancaman nuklir Pyongyang di Semenanjung Korea.


Pompeo menilai pertemuan pada akhir pekan dengan Korut menghasilkan kesepakatan yang 'produktif, kooperatif dan komitmen yang tegas'. Pertemuan yang berlangsung di zona demiliterarisasi pada akhir pekan itu disebut Pompeo sebagai "pertemuan tingkat jenderal pertama" dengan Korea Utara sejak 2009.

Menurut Pompeo, pertemuan itu bertujuan untuk 'memenuhi salah satu komitmen pemimpin Korut Kim Jong-un dalam pertemuan dengan Presiden Donald Trump bulan lalu di Singapura.

"Pertemuan hari ini produktif dan kooperatif dan menghasilkan komitmen yang tegas," kata Pompeo.

"Kedua pihak sepakat untuk memulai kembali operasi di DPRK (Democratic People Republic of Korea, nama resmi Korut) untuk mencari 5.300 warga Amerika yang tidak pernah pulang," kata dia.

Dilansir CNN, selain mengumumkan rencana pencarian bersama jasad tentara AS, kedua negara juga berencana memindahkan 200 jasad yang diduga anggota tentara Amerika dalam 14-21 hari, yang dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Sebelumnya, para pejabat AS menyatakan perlu waktu bertahun-tahun untuk mengidentifikasi semua jasad dan menentukan apakah mereka, orang Amerika.

Trump telah mengungkapkan rencana pemulangan jasad tentara AS di masa Perang Korea sebagai salah satu keberhasilkan pertemuan bersejarah dengan Kim Jong-un di Singapura 12 Juni lalu.

Pertemuan tingkat jenderal pada Minggu (15/7) tersebut dilakukan sepekan setelah Pompeo pergi ke Pyongyang untuk menindaklanjuti hasil pertemuan Trump-Kim Jong-un di Singapura.

Bulan lalu, militer AS memindahkan 100 peti jenazah ke perbatasan inter-Korea sebagai persiapan kembali sisa-sisa jasad tentara AS di Perang Korea.

Sekitar 7.700 tentara AS dinyatakan hilang selama Perang Korea. Sebanyak 5.300 di antaranya diyakini berada di Korea Utara. Perang tersebut telah menelan jutaan orang, termasuk 36.000 di antaranya tentara Amerika. Perang Korea 1950-1953 berakhir dengan kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dengan Korea Utara.

(nat)