Klaim Fokus Ekonomi, Kim Jong-un Marahi Pejabat saat Inspeksi

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 17/07/2018 15:15 WIB
Klaim Fokus Ekonomi, Kim Jong-un Marahi Pejabat saat Inspeksi Kim Jong-un dilaporkan memarahi sejumlah pejabat saat inspeksi. Sejumlah analis menyebut laporan itu menunjukkan keinginan untuk berfokus pada ekonomi. (REUTERS/Damir Sagolj)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dilaporkan memarahi sejumlah pejabat saat menginspeksi pabrik, pembangkit listrik dan kamp liburan. Sejumlah analis menyebut laporan itu menunjukkan keinginan negara bersenjata nuklir tersebut untuk lebih berfokus pada pertumbuhan ekonomi.

Kunjungan lapangan oleh Kim adalah salah satu produk utama media pemerintah Korut. Kim secara rutin digambarkan memberi arahan kepada para petugas yang menyimak sembari membawa buku catatan.
Setelah tur terbarunya ke Provinsi Hamgyong Utara, surat kabar Rodong Sinmun menggandakan jumlah halamannya menjadi 12 dan mengkhususkan sembilan di antaranya untuk liputan terkait lawatan itu.

Di pembangkit listrik Orangchon, yang baru selesai dibangun 70 persen karena terjadi beberapa kali penundaan, Kim mengatakan dirinya "tercengang hingga tak bisa berkata-kata," menurut KCNA, dikutip AFP.


"Dia memarahi pejabat utama Kabinet karena mengabaikan proyek untuk provinsi itu saja dan tidak memerhatikannya," bunyi laporan itu. Kim memerintahkan agar pembangkit listrik itu selesai Oktober tahun depan.

Kim juga marah karena pemandian air panas yang kotor di kamp liburan Onpho--yang dibanggakan karena dikunjungi Kim Jong-il dan Kim Il-sung--menyebutnya "lebih buruk daripada tanki ikan."
Kritik terhadap pejabat biasa dilakukan dalam kunjungan lapangan Kim, tapi istilah dan skala kecaman kali ini tidak seperti biasanya.

Komite partai Hamgyong Utara, di timur laut Korut, disalahkan atas kritik tajam itu. KCNA menyebutnya tidak "menerima dengan tulus" kebijakan negara membangun pabrik di setiap provinsi.

Alih-alih, komite menawarkan "ruangan lusuh" di pabrik yang sudah ada untuk produksi kantong, "dan mengakibatkan kekhawatiran besar bagi Kim Jong-un."

"Pemimpin Tertinggi menyoroti bahwa Komite Partai Provinsi bekerja dengan cuek," kata laporan itu. "Komite tidak punya semangat revolusioner."
Profesor Yang Moo-jin dari Universitas Studi Korea Utara mengatakan Kim mengirim sinyal domestik dan eksternal bahwa Korut berfokus pada perekonomian usai pertemuan dengan Presiden Donald Trump.

Saat itu, Kim sepakat mengupayakan denuklirisasi semenanjung Korea dan lebih memerhatikan pertumbuhan. Namun, istilah itu merupakan eufimisme diplomatik yang bisa ditafsirkan beragam.

"Untuk rakyatnya, dia memproyeksikan citra pemimpin yang memerhatikan kesejahteraan," kata Yang kepada AFP. "Ke dunia luar, dia mengirim sinyal bahwa ia serius dengan janjinya untuk mendenuklirisasi."

(aal)