Beberapa sumber mengatakan kepada CNN bahwa informasi intelijen yang dihimpun Amerika Serikat dan Inggris menunjukkan Rusia memang menghentikan semua operasinya selama Piala Dunia untuk menjaga citra negara.
Hal ini juga mereka lakukan ketika menggelar Olimpiade Musim Dingin di Sochi, Rusia, pada 2014 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini, Rusia dituding menggencarkan operasi intelijen melalui berbagai saluran propaganda, termasuk jejaring sosial, untuk mengganggu negara Barat.
Racun itu pula yang ditemukan pada mantan agen ganda Rusia, Sergei Skripal. Ia ditemukan tak berdaya bersama putrinya di Salisbury beberapa bulan lalu.
Salah satu dugaan operasi Rusia yang paling disorot saat ini adalah intervensi pemilu AS pada 2016 lalu untuk membantu kemenangan Donald Trump. (has)