Jokowi Kirim Undangan Asian Games bagi Pemimpin Dua Korea

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Rabu, 18/07/2018 16:06 WIB
Jokowi Kirim Undangan Asian Games bagi Pemimpin Dua Korea Kemlu menyatakan undangan Presiden Jokowi bagi pimpinan dua Korea untuk datang ke Asian Games 2018 telah dikirim melalui jalur diplomatik. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Undangan Presiden Joko Widodo bagi pimpinan dua Korea untuk datang ke acara pembukaan Asian Games 2018 pada pertengahan Agustus mendatang telah dikirim melalui jalur diplomatik.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, mengatakan undangan itu ditujukan Jokowi bagi Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un.
"Intinya undangan itu sudah diteken Presiden Jokowi dan sudah dikirim melalui jalur diplomatik. Yang diundang Presiden Jokowi adalah kepala negara dari masing-masing kedua Korea," kata Arrmanatha dalam jumpa pers mingguan di kantornya, Rabu (18/7).

Arrmanatha mengatakan, meski undangan sudah dikirim, tak tertutup kemungkinan Jokowi akan tetap mengutus perwakilan khusus untuk secara resmi menyampaikan undangan Indonesia itu kepada Moon dan Kim.


Ia juga menyerahkan sepenuhnya pada negara terkait soal kehadiran kedua pemimpin. "Jika negara yang bersangkutan memutuskan perwakilan lain yang datang, kami kan tidak bisa mengatur."

Sekretaris Kabinet Pramono Anung pada Selasa (17/7) mengatakan Jokowi akan mengutus menteri senior ke Korsel dan Korut untuk menyampaikan undangan tersebut secara langsung kepada Moon dan Kim Jong-un.
Namun, sejauh ini Arrmanatha mengatakan kementeriannya belum mendapatkan informasi mengenai pihak yang bakal diutus Jokowi tersebut.

"Sampai saat ini belum ada informasi soal siapa yang ditunjuk, nanti kami akan update lagi jika sudah dapat informasinya," kata Arrmanatha.

Dia mengatakan undangan ini merupakan salah satu bentuk dukungan Indonesia terkait upaya reunifikasi kedua Korea.

Asian Games 2018 disebut bisa menjadi forum tepat menindaklanjuti proses perdamaian Korut-Korsel setelah kedua pemimpin bertemu untuk pertama kali dalam 11 tahun pada April lalu.
Hingga kini, kata Arrmanatha, pemerintah belum mendapat konfirmasi mengenai siapa saja pemimpin negara yang akan menghadiri pembukaan gelaran olahraga terbesar se-Asia itu.

(aal)