Topan Jongdari Diprediksi Terjang Sejumlah Kawasan Jepang

AFP, CNN Indonesia | Sabtu, 28/07/2018 11:52 WIB
Topan Jongdari Diprediksi Terjang Sejumlah Kawasan Jepang Ilustrasi. (REUTERS/Eason Lam)
Jakarta, CNN Indonesia -- Angin topan berkekuatan dahsyat menyapu sebagian kawasan barat di Jepang pada Sabtu (28/7). Seperti yang dikutip dari AFP, saat ini sejumlah area di sana tergenang banjir dan longsor tanah.

Angin Topan Jongdari bertiup dengan kekuatan 180 kilometer per jam. Badan Meteorologi Jepang memprediksi bahwa angin topan ini bakal datang ke Tokyo pada Minggu dini hari.

Saat ini angin topan masih meluluhlantakkan kawasan barat, yang berjarak sekitar 400 kilometer dari Tokyo, tepatnya di Chugoku.


Hujan deras yang diakibatkan angin topan sempat membuat bencana banjir dan longsor di Chugoku yang menewaskan sekitar 220 orang.

Selain longsor, banjir, dan hujan deras, pemerintah juga mengimbau penduduk untuk mewaspadai angin kecang dan ombak besar.

Jika dirasa situasi sudah tak lagi memungkinkan untuk bertahan, penduduk diminta mengungsi ke tempat yang lebih aman.

"Kami mengimbau penduduk, terutama yang tinggal di dataran rendah, untuk mengantisipasi situasi dan menyiapkan rencana evakuasi," kata kepala Badan Meteorologi Jepang Minako Sakurai.

Angin Topan Jongdari membuat lebih dari 150 penerbangan domestik menunda perjalanannya.

Bencana alam yang terjadi di Chugoku disebut sebagai yang terparah selama satu dekade terakhir di Jepang.

Penduduk yang rumahnya tenggelam kini masih bertahan di tempat pengungsian.

"Kami tak mengeluarkan peringatan evakuasi, namun kami berjaga 24 jam untuk melakukan tindakan penyelamatan jika situasi semakin parah," kata pejabat pemerintahan Prefektur Okayama, Tadahiko Mizushima.

"Kami memantau area yang berada dekat dengan sungai setelah hujan turun," lanjutnya.

Pemerintah Jepang mengatakan kalau banyaknya korban tewas karena memilih bertahan di rumah setelah situasi bertambah parah.

Mereka yang kehilangangan nyawa kebanyakan terjebak di dalam rumah atau terjebak longsor saat menuju tempat evakuasi.

(ard)