Menteri Luar Negeri Filipina, Alan Peter Cayetano, mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan lawatan itu akan digelar pada September atau Oktober mendatang.
Cayetano memastikan tidak akan ada kontroversi terkait kunjungan Duterte ke Israel sebagai salah satu negara yang menampung tenaga kerja Filipina tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sangat percaya pada hak warga Palestina dan kami juga percaya hak Negara Israel untuk berdiri. Filipina terus konsisten dengan pendirian ini," tutur Cayetano, sebagaimana dikutip Inquirer.
Kabar mengenai lawatan Duterte ini pertama kali diungkap oleh Sekretaris Presiden, Christopher "Bong" Go.
Namun, juru bicara kepresidenan, Harry Roque, enggan menjabarkan lebih lanjut dan menyerahkan rincian lawatan tersebut kepada Kemlu Filipina.
Duterte sendiri pernah dikritik ketika membandingkan kampanye perang narkoba yang ia canangkan dengan Holocaust dan Adolf Hitler.
"Hitler membantai tiga juta orang Yahudi. Di sini juga ada 3 juta pecandu narkoba. Saya akan dengan senang hati membantai mereka," katanya saat itu. (has)