Bocah 10 Tahun Tewas Disiksa Suami di Afghanistan

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Rabu, 01/08/2018 22:14 WIB
Bocah 10 Tahun Tewas Disiksa Suami di Afghanistan Ilustrasi. (Unsplash/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hameya, anak perempuan Afghanistan berusia 10 tahun, tewas disiksa suaminya yang berusia dua kali lebih tua darinya, Rabu (1/8).

Juru bicara Kepolisian Provinsi Badghis Naqibullah Amini mengatakan jasad Hameya ditemukan aparat pada Minggu (29/7) malam.

Amini mengatakan saat ini suami Hameya masih menjadi buronan polisi, sementara sang ayah telah diamankan untuk dimintai keterangan.
Juru bicara Gubernur Provinsi Badghis, Jamshid Shahabi, mengatakan Hameya menikah enam bulan lalu karena proses "badal", salah satu tradisi di Afghanistan di mana anak gadis akan dipertukarkan antara dua keluarga sebagai pengantin.


Tradisi badal memungkinkan kedua keluarga mengurangi biaya pernikahan dengan tak membayar mas kawin.

Hameya bukan korban pertama suaminya. Anak perempuan sebelum Hameya, mantan istri suaminya, juga tewas karena disiksa.
Kepada AFP, Shahabi mengatakan pria itu mulai menyiksa Hameya sebagai pembalasan dan akhirnya membunuhnya.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), batas usia menikah di Afghanistan adalah 16 tahun untuk perempuan, sementara laki-laki minimal 18 tahun.

Sementara itu, berdasarkan data PBB baru-baru ini, satu dari tiga gadis Afghanistan menikah di bawah usia 18 tahun. (has)