Banjir Bandang di India, 27 Tewas

AFP, CNN Indonesia | Jumat, 10/08/2018 15:47 WIB
Banjir Bandang di India, 27 Tewas Banjir bandang di Kerala, India tahun lalu. (REUTERS/Sivaram V)
Jakarta, CNN Indonesia -- Banjir bandang telah menghanyutkan sedikitnya 27 orang di wilayah selatan negara bagian Kerala, India. Banjir bandang tersebut mendorong Aemrika Serikat mengeluarkan peringatan kepada warganya untuk menjauhi titik-titik wisata.

Negara pangai yang dikenal dengan pantai-pantai yang dipagari pohon-pohon kelapa yang alami dan kebun-kebun teh diguyur hujan lebat tiap tahun. Namun pada musim kali ini, curah hujan mengguyur lebih deras dan sangat parah.

Di seluruh India, lebih dari 700 orang tewas dihanyutkan banjir musim penghujan. Tahun lalu, jumlah korban jiwa mencapai 1.200 orang.


Di Kerala, tentara dikerahkan dalam upaya penyelamatan setelah hujan lebat selama dua hari berturut-turut memaksa aparat membuka pintu 24 wakdu untuk menguras kelebihan air.

Sebanyak 20 ribu warga terpaksa mengungsi di 260 kamp. Sebanyak 57 wisatawan termasuk 24 warga asing terdampar di stasiun di puncak bukit, Munnar.

Sebuah pintu waduk dibuka untuk pertama kalilnya, terletak di kaki pegunungan Idukki. Pintu itu tidak pernah dibuka selama 26 tahun terakhir.

"Sejauh ini, 24 bendungan telah dibuka, hal yang belum pernah terjadi sebelumnya dan menggambarkan betapa seriusnya situasi yang kita hadapi," kata Menteri Besar (setingkat Gubernur) Kerala, Pinarayi Vijayan lewat akun Twitter-nya.

"Masyaraka yang tinggal di aliran bendungan-bendungan ini harus berhati-hati," kata dia.

Melihat besarnya kerusakan, Kedutaan Besar Amerika Serikat di India mengimbau warga negaranya untuk menghindari wilayah yang terkena banjir dan terus memantau media setempat untuk mengikuti perkembagnan cuaca.

Lebih dari satu juta turis asing mengunjungi Kerala tahun lalu. Pemerintah Kerala melarang lori dan kendaraan wisata bereoperasi di Distrik Idukki.

Musim penghujan yang berlangsung sejak Juni dan diperkirakan hingga September menewaskan 70 orang di negara bagian India yang berpenduduk 33 juta orang tersebut. Banjir akibat guyuran hujan lebat juga telah merusak panen senilai jutaan dolar.

(nat)