Taliban Serang Gedung Polisi dan Pemerintah Afghanistan

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Senin, 13/08/2018 19:47 WIB
Taliban Serang Gedung Polisi dan Pemerintah Afghanistan Ilustrasi. Kelompok Taliban di Afghanistan. (Reuters/Parwiz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemberontak Taliban menyerang markas polisi dan sejumlah gedung pemerintah di Ghazni, Afghanistan, dalam upaya mereka menguasai kota tersebut sejak akhir pekan lalu.

Seorang pejabat senior dalam kondisi anonim melaporkan sedikitnya 80 aparat keamanan termasuk sejumlah warga sipil tewas dalam serangan tersebut.

Anggota parlemen daerah Ghazni, Chaman Shah Ehtemadi, mendapat informasi dari kesaksian warga bahwa Taliban sudah mengontrol sebagian besar kota itu setelah membombardir wilayah itu sejak Jumat pekan lalu.


"Hanya ada kantor gubernur, markas polisi, kompleks badan intelijen milik pemerintah di kota itu dan Taliban berupaya menguasainya," kata Ehtemadi seperti dikutip Reuters, Senin (13/8).
Pejabat lokal juga dikabarkan telah lama memperingatkan pemerintah pusat bahwa kota yang menghubungkan Kabul dengan wilayah selatan Afghanistan itu tengah dalam ancaman Taliban. Pasalnya, kelompok tersebut telah menguasai sebagaian besar provinsi di sekitar Ghazni.

Seorang anggota dewan provinsi Mohammad Rahim Hasanyar mengatakan serangan Taliban sejak Jumat lalu itu masih terus berlanjut saat ini, dan pasukan pemerintah berada dalam posisi bertahan lantaran terus ditekan.

"Tidak ada yang tahu bagaimana situasi sebenarnya di sana karena tidak ada layanan komunikasi," katanya.

Sejumlah penduduk yang berhasil keluar dari daerah itu mengatakan banyak gedung pemerintah yang terbakar.

"Kebakaran dan mayat-mayat ada di mana-mana di penjuru kota," ucap Abdul Wakil, seorang warga yang berhasil melarikan diri dari serangan Taliban melalui ladang-ladang di pinggiran kota.

Namun, Kepala Staf Militer Afghanistan Mohammad Sharif Yaftali menegaskan Ghazni tidak berada dalam ancaman pemberontak. Ia mengatakan militer tengah berupaya menekan kembali Taliban keluar dari wilayah tersebut.

"Lokasi dan pusat strategis di kota itu masih dikuasai pasukan pemerintah dan Taliban bersembunyi di dalam rumah-rumah, toko, warga menolak menyerahkan diri," kata Yaftali dalam jumpa pers di Kabul Senin pagi.
Dalam kesempatan berbeda, juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan kelompoknya berhasil merebut distrik Khwajaumari pusat, utara Ghazni, dan beberapa distrik lainnya di kota itu.

Mujahid mengklaim banyak anggota aparat keamanan pemerintah telah menyerah kepada Taliban.

Hingga kini, Presiden Ghani belum mengeluarkan pernyataan terkait serangan terbaru Taliban tersebut. Markas besar militer AS di Kabul melaporkan bentrokan sporadis terjadi di kota itu.

Militer AS juga mengatakan jet tempurnya telah meluncurkan sembilan serangan udara terhadap Taliban sejak akhir pekan lalu di kota itu.

Insiden ini merupakan yang paling mematikan yang dilakukan Taliban sejak mereka meluncurkan serangan serupa pada Mei lalu untuk merubut Kota Farah di bagian barat Afghanistan.

Serangan terbaru Taliban tersebut pun dianggap semakin memperkecil harapan pembicaraan damai antara kelompok tersebut dengan pemerintahan Presiden Ashraf Ghani yang sedang diupayakan sejak Juni lalu--ketika kedua belah pihak sepakat melakukan gencatan senjata selama liburan Idul Fitri. (stu)