Erdogan Serukan Boikot Produk Elektronik AS

Reuters, AFP, CNN Indonesia | Selasa, 14/08/2018 17:19 WIB
Erdogan Serukan Boikot Produk Elektronik AS Presiden Recep Tayyip Erdogan menyerukan bahwa Turki akan memboikot produk-produk elektronik dari Amerika Serikat. (REUTERS/Umit Bektas)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Recep Tayyip Erdogan menyerukan bahwa Turki akan memboikot produk-produk elektronik dari Amerika Serikat. Langkah itu diambil Erdogan sebagai balasan atas sanksi kenaikan tariff dari Washington terhadap Ankara terkait penahanan pastor AS.

"Kita akan memboikot produk-produk AS," kata Erdogan dalam pidato yang ditayangkan televisi, Selasa (14/8).

"Jika Amerika Serikat memiliki iPhone, di sisi lain ada Samsung," kata dia merujuk ponsel buatan Apple AS, dan Korea Selatan.


"Kita juga punya Venus dan Vestel," kata dia menyebut ponsel buatan dalam negeri Turki.

Erdogan menyatakan Turki telah mengambil langkah yang diperlukan terkait ekonomi, di tengah kemerosotan mata uang lira, yang diperburuk dengan perselisihan dengan Washington.



Menurutnya, penting untuk mempertahankan sikap politik yang kuat. "Beralih ke mata uang asing berarti menyerah kepada musuh," kata Erdogan seperti dilansir kantor berita Reuters.

Hubungan kedua anggota Traktat Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tersebut merosot ke titik terendah sejak penahanan Pastor AS Andrew Brunson. Dia ditahan karena dituding melakukan aksi mata-mata dan mendukung kelompok terorisme di Turki.

Selain tekanan ekonomi yang menyebabkan mata uang lira anjlok, Presiden AS Donald Trump juga meneken anggaran pertahanan yang menghentikan penjualan jet tempur siluman F-35.

Dilansir kantor berita AFP, Erdogan berulang kali tampak menggunakan produk Apple seperti iPhone dan iPad.

Dia juga berpidato seusai menggagalkan kudeta pada Juli 2016, menyerukan warga turun ke jalan lewat Facetime, sebuah aplikasi iPhone.

Anjloknya lira yang telah berlangsung selama berpekan-pekan, muncul Jumat lalu saat Trump mencuit bahwa Washington melipatgandakan tariff bagi aluminium dan baja Turki.

Erdogan mengakui ekonomi Turki bermasalah, termasuk defisit dan inflasi hampir 16 persen. Namun dia menyatakan bahwa ekonomi tetap berfungsi. "Alhamdullilah, ekonomi kami berfungsi seperti jam," kata Erdogan.

Tonton juga video: Turki Ancam Boikot Produk Elektronik AS
[Gambas:Video CNN]

(nat)