PM Tonga Tantang Pemimpin Pasifik Lomba Diet

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 17/08/2018 00:56 WIB
PM Tonga Tantang Pemimpin Pasifik Lomba Diet Perdana Menteri Tonga Samuela Akilisi Pohiva mengajak para pemimpin Pasifik menurunkan berat badan. (AFP PHOTO / KENI LESA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Tonga Samuela 'Akilisi Pohiva menantang para pemimpin negara-negara Pasifik berlomba kompetisi menurunkan berat badan selama satu tahun agar menjadi contoh bagi warganya.

Saat ini, warga Pasifik memiliki tingkat obesitas dan penyakit tak menular (NCD) tertinggi di dunia.

Ajakan PM Pohiva untuk mengadakan kompetisi diet menurunkan berat badan sebagai salah satu cara untuk memerangi obesitas yang dialami sebagian besar warga Pasifik, dilontarkan menjelang pertemuan tahunan Forum Kepulauan Pasifik di Nauru pada September mendatang.


"Dalam tantangan ini, kita harus bersama-sama menurunkan berat badan, selama satu tahun dan pada pertemuan berikutnya, kita akan menimbang bobot badan dan melihat siapa yang turun paling banyak," kata Pohiva, mantan guru berusia 77 tahun, kepada koran The Samoa Observer.



"Ajakan ini bukan semata-mata untuk melihat siapa yang paling banyak kehilangan berat badannya," kata Pohiva.

"Namun, dalam upaya menghilangkan berat badan, kami harus menjaga pola makan dan memiliki mental yang sehat," kata dia menambahkan.

Menurut Data CIA, sepuluh negara yang memiliki tingkat obesitas tertinggi berada di kawasan Pasifik. Termasuk Nauru dimana 61 persen dari populasi dewasa menderita obesitas. Lalu Kepulauan Cook (56 persen), Palau (55 persen), Kepulauan Marshall (53 persen), Tuvalu (52 persen), Niue (50 persen), dan Tonga, Samoa, Kiribati dan Federasi Mikronesia (sekitar 46 persen).

Selandia Baru berada di peringkat 29 dengan 31 persen. Secara global, sebanyak 12 persen orang dewasa mengalami obesitas.

Desakan Pohiva disampaikan agar para pemimpin di kawasan Pasifik menjadi contoh bagi warganya.

Dia mengatakan bahwa usia harapan hidup di Tonga telah menurun dari 71 tahun menjadi 68 tahun.

"Penyakit tak menular dan tingkat obesitas berkorelasi dengan kebiasaan makan dan gaya hidup kita. Ini adalah masalah yang rumit bagi masyarakat Pasifik," katanya.

"Kami telah bertemu dan membicarakan masalah ini dengan para pemimpin pulau. Namun, inisiatif untuk mengatasi masalah belum berdampak... Kami telah mengusulkan masalah ini tetapi tampaknya upaya kami tidak berhasil." (sab/nat)