Tak Ada Freeport, Menlu RI-AS Bahas Korut dan Indo-Pasifik

Natalia Santi, CNN Indonesia | Minggu, 05/08/2018 05:52 WIB
Menlu Retno Marsudi dan Menlu AS Mike Pompeo bahas masalah bilateral, Korut, Palestina dan Indo-Pasifik dalam lawatan perdana Pompeo ke Jakarta, Sabtu (4/8). Menlu RI Retno Marsudi seusai bertemu Menlu AS Mike Pompeo di Gedung Pancasila, Jakarta, Sabtu (4/8). (CNNIndonesia/Natalia Santi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi dan Menlu Amerika Serikat Michael Richard Pompeo atau yang lebih dikenal dengan Mike Pompeo hanya bertemu sekitar 30 menit di Gedung Pancasila, Jakarta, Sabtu (4/8). Menurut Menlu RI, keduanya membahas masalah bilateral seperti penguatan Kemitraan Strategis RI-AS, masalah perdagangan, denuklirisasi Korea Utara, dan Palestina.

"Jadi itulah hal-hal yang kita bahas tadi, isu-isu yang kita bahas tadi, baik yang sifatnya bilateral, Strategic Partnership, perdagangan, kemudian isu regional Korea Utara, kemudian Palestina," kata Menlu RI kepada wartawan seusai ditemui mantan Direktur Badan Intelijen AS CIA itu, Sabtu sore.

Ketika ditanya wartawan apakah masalah Freeport juga dibahas, Menlu RI dengan singkat menegaskan bahwa isu tersebut sama sekali tidak diangkat. "Tidak bahas masalah itu," kata Menlu RI.


Adapun terkait Generalised System of Preferences (GSP) atau fasilitas kemudahan perdagangan bagi Indonesia yang kabarnya sedang dikaji pemerintah AS, Menlu Retno mengakui bahwa dirinya mengangkat isu tersebut dalam pertemuan dengan Menlu Pompeo. Meskipun, masalah tersebut telah diangkat oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang berkunjung ke AS menemui mitra-mitranya pekan lalu.

"Saya mengangkat isu itu. Tapi tentunya kan isu itu tidak di bawah kewenangan beliau. Jadi saya menyampaikan kembali isu itu. Kali ini melalui Menlu Pompeo. Sementara Pak Mendag sudah menyampaikan isu itu langsung kepada counterpart-nya," kata mantan Dubes RI untuk Belanda dan Norwegia tersebut.

Adapun masalah Korea Utara, dalam pertemuan Menlu RI-AS dibahas dalam konteks menjadikan Semenanjung Korea bebas nuklir.

Menurut Menlu RI, masalah Korut dibahas di sepanjang rangkaian pertemuan ASEAN di Singapura yang beberapa diantaranya juga dihadiri Menlu Pompeo awal pekan ini.

"Beberapa elemen yang muncul pertama adalah sambutan baik dari semua pihak yang ikut pertemuan, mengenai langkah positif. Yakni pertemuan inter-Korea dan pertemuan Presiden Trump-dengan Kim di Singapura," kata Menlu RI.

"Yang kemudian diharapkan oleh negara yang hadir, apa yang sudah dibahas, baik dalam konteks hubungan dua Korea maupun Korut dan AS dapat segera ditindaklanjuti," kata Menlu Retno yang belum lama berkunjung ke Korea Selatan menyampaikan undangan Asian Games 2018 kepada Presiden Korsel Moon Jae-in.

Indonesia dan Amerika Serikat memiliki Kemitraan Strategis sejak 2015. "Dengan kemitraan strategis tersebut kita berusaha untuk mengembangkan sebuah hubungan yang saling menghormati saling menguntungkan, tidak saja bermanfaat bagi dua negara tetapi juga bagi kawasan dan tentunya bagi dunia," kata Menlu RI yang saat Kemitraan Strategis RI-AS disusun menjabat sebagai Direktur Jenderal Amerika dan Eropa.

Menlu RI-AS Bahas Isu Bilateral, Nuklir Korut, dan PalestinaFoto: CNNIndonesia/Natalia Santi
Dalam perayaan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Amerika Serikat pada 2019 tahun depan, Indonesia mengusulkan tema "Merayakan keberagaman, kemakmuran bersama sebagai mitra strategis."

"Indonesia dan Amerika Serikat merupakan mitra di dalam pengembangan nilai demokrasi, kemajemukan, dan juga toleransi," kata Menlu RI.

Menurut Retno, Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, sebagai negara demokrasi ketiga terbesar di dunia, dan salah satu dari 20 negara dengan Gross Domestik Product (GDP) terbesar, memiliki posisi strategis dalam pergaulan internasional termasuk di dalam hubungan dengan Amerika Serikat.

"Indonesia ingin mengembangkan sebuah hubungan yang saling menghormati, sekali lagi saling menguntungkan dan berdasarkan kesetaraan," kata Menlu RI.

Adapun terkait konsep Indo-Pasifik, dimana Amerika Serikat juga mengusung gagasan dengan nama serupa, Menlu RI menekankan sentralitas ASEAN dalam konsep Indo-Pasifik yang digagas Indonesia.

"Saat pertemuan EAS (East Asia Summit di Singapura), ada 18 negara, hampir semua negara menyampaikan dukungan terhadap sentralitas dalam pengembangan Indo Pasifik, pengakuan terhadap sentralitas ASEAN juga disampaikan Menlu Pompeo," kata Menlu Retno.

Dia menegaskan prinsip-prinsip Indo-Pasifik yang diusung Indonesia yakni inklusivitas, keterbukaan, mengutamakan kerja-sama, kebiasaan berdialog, penghormatan terhadap hukum-hukum internasional dan sentralitas ASEAN.

Amerika Serikat adalah mitra dagang keempat dan mitra investasi keenam terbesar bagi Indonesia. Menurut Menlu RI, di akhir pertemuan, Menlu Pompeo menyampaikan pesan langsung Presiden Donald Trump untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Indonesia.

Menlu Pompeo tidak memberikan pernyataan pers seusai pertemuan dengan Menlu RI. Tidak pula memberi kesempatan bagi wartawan untuk mengajukan pertanyaan.

Indonesia merupakan pijakan terakhir kunjungan kerja Menlu Pompeo ke Asia Tenggara yang dimulai 1-5 Agustus 2018. Hari ini, Minggu (5/8), Menlu Pompeo akan melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta.

[Gambas:Video CNN] (nat)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK